back to top

Sentul City (BKSL) Raup Laba Rp830M, Melonjak 4.600% di 2025

Emitentrust.com – PT Sentul City Tbk (BKSL) mencatat lonjakan kinerja yang sangat signifikan sepanjang 2025. Emiten properti ini berhasil membukukan laba bersih Rp830,29 miliar, melonjak tajam sekitar 4.685% dibandingkan laba tahun sebelumnya yang hanya Rp17,35 miliar.

Sejalan dengan itu, laba per saham (EPS) juga meroket dari Rp0,10 menjadi Rp4,95 per saham, atau naik sekitar 4.850% secara tahunan (YoY).

Kinerja impresif tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan yang melesat. Hingga 31 Desember 2025, pendapatan BKSL mencapai Rp2,75 triliun, melonjak drastis dari Rp744,06 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi profitabilitas, laba bruto ikut terkerek tinggi menjadi Rp1,57 triliun dari sebelumnya Rp370,65 miliar. Bahkan, laba usaha melonjak tajam menjadi Rp1,04 triliun dibandingkan Rp23,79 miliar di 2024.

Sementara itu, laba sebelum pajak tercatat Rp842,65 miliar, meroket dari Rp18,22 miliar tahun sebelumnya, mencerminkan perbaikan kinerja operasional yang sangat kuat.

Di sisi neraca, total aset perseroan relatif stabil di level Rp21,26 triliun, sedikit naik dari Rp21,18 triliun. Namun, struktur keuangan menunjukkan perbaikan dengan liabilitas turun signifikan menjadi Rp5,26 triliun dari Rp6,03 triliun.

Selain itu, kas dan setara kas meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi Rp561,47 miliar dari Rp273,90 miliar, memperkuat likuiditas perusahaan.

Pada perdagangan hari ini Selasa (31/3) saham BKSL terbang 7,7 persen ke level Rp112.

Artikel Terkait

TAXI Ungkap Akhiri Kerja Sama dengan GOTO, Ada Apa?

PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) mengumumkan berakhirnya perjanjian pengadaan jasa dengan PT Rekan Anak Bangsa, perusahaan yang merupakan bagian dari GoTo Group.

Pengendali WINR Belum Berhenti Buang Saham Jutaan Lembar di FCA, Kenapa?

Emitentrust.com - Pemegang saham pengendali PT Winner Nusantara Jaya...

26 Saham Masuk Cum Dividen Pekan Depan, Yield Mini hingga 10 Persen

Sebanyak 26 emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memasuki periode cum dividen pada 6-8 Juli 2026. Momen ini menjadi kesempatan bagi investor yang ingin mengamankan hak atas dividen tunai, dengan dividend yield yang ditawarkan bervariasi, mulai dari 0,01% hingga mencapai 10%.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru