back to top

IHSG Bangkit! Ditutup Melonjak 1,92%, BUMI, INCO, NCKL Terbang

Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya berhasil keluar dari tren pelemahan setelah empat hari berturut-turut berada di zona merah. Pada penutupan perdagangan Rabu (1/4/2026), IHSG melonjak 1,92% atau naik 136,21 poin ke level 7.184,43.

Penguatan IHSG kali ini didorong oleh hampir seluruh sektor yang bergerak di zona hijau. Sektor perindustrian memimpin kenaikan dengan lonjakan 6,11%, diikuti sektor barang konsumen primer yang naik 5,22%, serta sektor barang baku yang menguat 3,55%.

Selain itu, sektor infrastruktur juga naik 3,01%, sektor energi bertambah 2,11%, dan sektor transportasi menguat 1,79%. Kenaikan turut terjadi pada sektor teknologi sebesar 1,46%, properti dan real estate 1,25%, serta barang konsumen 1,15%. Sementara itu, sektor keuangan mencatat kenaikan tipis 0,17%.

Di sisi lain, hanya sektor kesehatan yang masih berada di zona merah dengan pelemahan 0,20%.

Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi tercatat mencapai 21,14 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp16,27 triliun. Sebanyak 475 saham menguat, 209 saham melemah, dan 135 saham stagnan.

Sejumlah saham mencatatkan kenaikan signifikan (top gainers), di antaranya CHEM yang melonjak 27,92% ke level 142, ALKA naik 25% ke 725, YPAS menguat 24,86% ke 1.155, KOCI naik 24,76% ke 131, serta BULL yang melesat 24,69% ke 414.

Sementara itu, saham-saham yang mengalami penurunan terdalam (top losers) antara lain DATA yang turun 14,95% ke 2.560, NZIA melemah 14,86% ke 189, WEHA turun 14,83% ke 132, TALF terkoreksi 14,59% ke 790, dan ATAP yang melemah 14,39% ke 535.

Untuk saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45, penguatan dipimpin oleh Bumi Resources Tbk (BUMI) yang naik 10,19% ke Rp238 per saham. Disusul Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) yang menguat 7,83% ke Rp1.170, serta Vale Indonesia Tbk (INCO) yang naik 6,96% ke Rp5.750 per saham.

Sebaliknya, tekanan masih terjadi pada beberapa saham LQ45, di antaranya Medco Energi Internasional Tbk yang turun 7,67% ke Rp1.685, Indo Tambangraya Megah Tbk melemah 6,56% ke Rp27.775, serta Bukit Asam Tbk yang turun 6,29% ke Rp2.980 per saham.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru