Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan Selasa (7/4/2026). IHSG terkoreksi 18,39 poin atau 0,26% ke level 6.971,02.
Tekanan pada IHSG terjadi seiring dominasi pelemahan di hampir seluruh sektor. Dari total indeks sektoral, hanya tiga sektor yang mampu bertahan di zona hijau, sementara delapan sektor lainnya terperosok ke zona merah.
Sektor yang masih mencatatkan penguatan dipimpin oleh sektor infrastruktur yang naik 0,76%, disusul sektor keuangan menguat 0,64% serta sektor energi yang naik tipis 0,20%.
Sebaliknya, tekanan terdalam terjadi pada sektor perindustrian yang anjlok hingga 2,63%. Pelemahan juga dialami sektor transportasi yang turun 1,35% serta sektor barang konsumen non siklikal yang melemah 0,99%.
Aktivitas perdagangan terpantau cukup ramai. Total volume transaksi mencapai 26,74 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp13,12 triliun. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 407 saham turun, 250 saham naik, dan 158 saham stagnan.
Di tengah tekanan pasar, sejumlah saham masih mampu mencatatkan kenaikan signifikan. DSSA melonjak Rp2.450 ke Rp66.250 per saham, MEGA naik Rp1.110 ke Rp5.600, dan MLPT menguat Rp975 ke Rp14.250 per saham.
Sementara itu, tekanan jual menimpa sejumlah saham unggulan seperti UNTR yang turun Rp475 ke Rp30.075, TCPI melemah Rp450 ke Rp11.500, serta AADI yang terkoreksi Rp325 ke Rp10.550 per saham.
Untuk saham teraktif, BBRI memimpin dengan frekuensi transaksi mencapai 73.046 kali senilai Rp895 miliar. Disusul BUMI sebanyak 54.928 kali senilai Rp702 miliar, serta ESIP dengan 49.739 kali transaksi senilai Rp103 miliar.
Di indeks LQ45, saham-saham berbasis komoditas kembali menjadi pemberat utama. ADMR memimpin pelemahan dengan koreksi 5,25%, diikuti ANTM turun 4,93% dan ADRO melemah 3,98%.
Sebaliknya, penguatan signifikan dicatatkan saham-saham grup energi dan konglomerasi. BRPT melesat 8,55%, BREN naik 6,65%, serta AKRA menguat 5,66%.


