back to top

GGRP Jadwalkan Dividen Rp339M, Cum 25 Mei 2026

Emitentrust.com – PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp28 per saham untuk tahun buku 2025. Keputusan tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 13 Mei 2026.

Berdasarkan keterangan resmi GGRP pada Selasa (19/5) total dividen yang akan dibagikan mencapai Rp339,11 miliar. Jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 25 Mei 2026, sementara pembayaran dividen akan dilakukan pada 18 Juni 2026.

Menariknya, pembagian dividen dilakukan di tengah kondisi perseroan yang masih membukukan rugi bersih. Per 31 Desember 2025, GGRP mencatat rugi bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar US$36,83 juta.

Meski demikian, perseroan masih memiliki saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar US$254,28 juta dengan total ekuitas mencapai US$653,49 juta, sehingga tetap memungkinkan pembagian dividen kepada pemegang saham.

Berikut jadwal pembagian dividen tunai GGRP:

Cum dividen pasar reguler dan negosiasi: 25 Mei 2026
Ex dividen pasar reguler dan negosiasi: 26 Mei 2026
Cum dividen pasar tunai: 29 Mei 2026
Ex dividen pasar tunai: 2 Juni 2026
Recording date/DPS: 29 Mei 2026 pukul 16.00 WIB
Pembayaran dividen: 18 Juni 2026

Dengan pembagian tersebut, total dividen tahun buku 2025 yang dibayarkan perseroan mencapai Rp339,11 miliar tanpa adanya dividen interim sebelumnya.

Artikel Terkait

IHSG Akhir Pekan Cerah! Saham-Saham Big Caps Bersinar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 131,22 poin atau 2,28% ke 5.875,78 pada akhir perdagangan Jumat (3/7/2026).

BEI Cabut Status Saham Terkonsentrasi Tinggi LUCY

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengumumkan bahwa PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) tidak lagi masuk dalam kategori Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi (High Shareholding Concentration/HSC).

WIKA Beton (WTON) Pasok Material Proyek Pelindo Rp153M

PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) mengantongi proyek senilai Rp153 miliar untuk memasok beton pracetak dan ready mix pada pembangunan New Priok Eastern Access (NPEA) milik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).

Populer 7 Hari

Berita Terbaru