Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan di zona hijau pada Kamis (9/4/2026). IHSG menguat 28,38 poin atau 0,39% ke level 7.307,58, setelah sempat bergerak fluktuatif sepanjang hari.
Penguatan IHSG ditopang oleh enam indeks sektoral yang berada di zona hijau. Sektor barang konsumen siklikal menjadi pendorong utama dengan kenaikan 1,99%, disusul sektor energi yang menguat 1,82% serta sektor infrastruktur yang naik 0,58%.
Namun demikian, tekanan masih terlihat pada lima sektor lainnya. Sektor keuangan mencatat pelemahan terdalam sebesar 1,23%, diikuti sektor perindustrian yang turun 0,69% serta sektor barang konsumen non-siklikal yang melemah 0,58%.
Dari sisi transaksi, aktivitas perdagangan terbilang cukup ramai. Volume perdagangan mencapai 28,62 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp16,44 triliun. Meski IHSG menguat, jumlah saham yang melemah masih lebih banyak, yakni 592 saham, dibandingkan 454 saham yang menguat dan 286 saham stagnan.
Sejumlah saham mencatatkan kenaikan harga signifikan, di antaranya ITMG yang naik Rp950 menjadi Rp27.125 per saham, BYAN yang menguat Rp725 ke Rp11.850, serta TPIA yang naik Rp720 menjadi Rp5.200 per saham.
Sementara itu, tekanan terjadi pada saham-saham seperti UNTR yang turun Rp1.075 ke Rp30.025, POLU melemah Rp875 ke Rp14.100, serta STTP yang terkoreksi Rp550 ke Rp9.550 per saham.
Untuk saham teraktif, KUAS memimpin frekuensi transaksi, disusul oleh Bank Central Asia Tbk dan Bank Rakyat Indonesia Tbk yang mencatat nilai transaksi jumbo.
Pada indeks LQ45, saham-saham grup energi dan konglomerasi mencuri perhatian. Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi top gainer dengan lonjakan 16,42%, diikuti Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang melesat 14% serta Barito Pacific Tbk (BRPT) yang menguat 5,10%.
Di sisi lain, tekanan dialami Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang turun 4,49%, Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) melemah 4,17%, serta Bank Central Asia Tbk BBCA) yang terkoreksi 4,07%.


