back to top

Free Float GOTO 71%, 4 Sosok Ini Sebagai Pemilik Manfaat Akhir

Emitentrust.com – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melaporkan penurunan free float menjadi 71,44% per Maret 2026, dari sebelumnya 76,93%. Meski masih menjadi salah satu emiten dengan porsi saham publik terbesar di Bursa, penyusutan ini menandakan adanya perubahan komposisi kepemilikan, terutama dari sisi saham treasuri dan klasifikasi investor.

Dalam laporan bulanan registrasi pemegang efek (LBRE), jumlah saham free float tercatat sekitar 850,93 miliar saham dari total 1,19 triliun saham. Penurunan ini turut dipengaruhi oleh kenaikan saham treasuri menjadi 3,14% dari sebelumnya 2,82%.

Namun demikian, di balik besarnya kepemilikan publik, kendali perusahaan tetap kuat di tangan para pendiri melalui struktur saham dengan hak suara multipel atau SDHSM (multi voting shares).

Nama-nama seperti Andre Soelistyo, Kevin Aluwi, William Tanuwijaya, dan Melissa Siska Juminto tercatat sebagai pemegang saham langsung sekaligus pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owners).

Lewat skema SDHSM dengan rasio 1:30, kelompok pendiri ini menguasai sekitar 57,9% hak suara, meskipun kepemilikan ekonominya relatif kecil. Artinya, arah strategis GOTO tetap berada di bawah kendali internal perusahaan.

Di sisi lain, investor institusi global juga masih menjadi pemegang saham signifikan, di antaranya, SVF GT Subco: 7,65% dan Taobao China Holding: 7,43%.

Menariknya, jumlah investor ritel terus meningkat. Data menunjukkan jumlah SID naik dari 354.159 menjadi 362.047, atau bertambah 7.888 investor dalam sebulan—indikasi minat publik terhadap saham teknologi ini masih tinggi.

Emitentrust.com – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melaporkan penurunan free float menjadi 71,44% per Maret 2026, dari sebelumnya 76,93%. Meski masih menjadi salah satu emiten dengan porsi saham publik terbesar di Bursa, penyusutan ini menandakan adanya perubahan komposisi kepemilikan, terutama dari sisi saham treasuri dan klasifikasi investor.

Dalam laporan bulanan registrasi pemegang efek (LBRE), jumlah saham free float tercatat sekitar 850,93 miliar saham dari total 1,19 triliun saham. Penurunan ini turut dipengaruhi oleh kenaikan saham treasuri menjadi 3,14% dari sebelumnya 2,82%.

Namun demikian, di balik besarnya kepemilikan publik, kendali perusahaan tetap kuat di tangan para pendiri melalui struktur saham dengan hak suara multipel atau SDHSM (multi voting shares).

Nama-nama seperti Andre Soelistyo, Kevin Aluwi, William Tanuwijaya, dan Melissa Siska Juminto tercatat sebagai pemegang saham langsung sekaligus pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owners).

Lewat skema SDHSM dengan rasio 1:30, kelompok pendiri ini menguasai sekitar 57,9% hak suara, meskipun kepemilikan ekonominya relatif kecil. Artinya, arah strategis GOTO tetap berada di bawah kendali internal perusahaan.

Di sisi lain, investor institusi global juga masih menjadi pemegang saham signifikan, di antaranya, SVF GT Subco: 7,65% dan Taobao China Holding: 7,43%.

Menariknya, jumlah investor ritel terus meningkat. Data menunjukkan jumlah SID naik dari 354.159 menjadi 362.047, atau bertambah 7.888 investor dalam sebulan—indikasi minat publik terhadap saham teknologi ini masih tinggi.

Artikel Terkait

Bank Raya (AGRO) Kembali Unjuk Gigi Lewat Inovasi Digital

Bank Raya, (AGRO) bank digital bagian dari BRI Group, kembali mendapatkan penghargaan dari 2 media nasional sebagai bentuk apresiasi terhadap dampak positif Bank Raya di industri bank digital.

IHSG Tutup Akhir Pekan Hijau, PGEO & ADRO Terbang di LQ45

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri perdagangan di zona hijau pada Jumat (7/10/2026). IHSG naik 11,91 poin atau 0,20% ke level 5.924,36, didorong penguatan

TBS Energi (TOBA) Beber Struktur Saham, Warga Singapura Pemilik Manfaat Akhir

PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) melaporkan porsi saham free float perseroan tetap berada di level 29,04% hingga akhir Juni 2026. Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE), jumlah saham free float

Populer 7 Hari

Berita Terbaru