back to top

BEI Tegur Garuda (GIAA) Terkait Lapkeu Anak Usaha (GMFI)

Emitentrust.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) melayangkan surat ke Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) terkait ketidaksesuaian laporan keuangan anak usahanya, Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI).


Permintaan klarifikasi dari Bursa Efek Indonesia muncul akibat adanya ketidaksesuaian antara Catatan 32 laporan keuangan konsolidasian Garuda dengan laporan keuangan audit GMFI.

Manajemen GIAA menegaskan bahwa perbedaan angka yang ditemukan tidak berdampak material terhadap laporan keuangan konsolidasian perseroan secara keseluruhan.

Dijelaskan, perbedaan ini dipicu oleh, Perbedaan mapping dan pengelompokan data keuangan, terutama pada laporan arus kas GMFI, serta belum dieliminasinya transaksi internal antara GMFI induk dan entitas anaknya, GDPS dan Perbedaan waktu penerbitan laporan keuangan, di mana laporan Garuda terbit lebih dulu dibanding GMFI.

“ Data GMFI yang digunakan dalam konsolidasi sudah diaudit dan dikirim melalui sistem yang terintegrasi, namun, karena laporan keuangan konsolidasian Garuda tahun buku 2025 diselesaikan lebih dahulu dibanding GMFI, potensi perbedaan angka tidak bisa dihindari” tulis Andreas Tumpal H. Hutapea Corporate Secretary Group Head GIAA dalam menjawab surat BEI Jumat (10/4).

Dia menambahkan bahwa Kantor akuntan publik KAP Purwanto Susanti Surja disebut telah menjalankan prosedur audit sesuai standar, termasuk, mengantongi group reporting package dari auditor anak usaha, berkomunikasi dengan manajemen dan komite audit terkait jadwal laporan dan mengantisipasi potensi perbedaan akibat timing penerbitan laporan.

GIAA menegaskan, perbedaan angka hanya terjadi pada Catatan 32 (kepentingan non-pengendali) yang bersifat tambahan.

Sementara itu, angka utama dalam laporan keuangan konsolidasian tetap mengacu pada laporan GMFI yang telah diaudit.

Sebagai langkah tindak lanjut, manajemen memastikan akan memperbaiki ketidaksesuaian pada laporan keuangan periode berikutnya, menyempurnakan proses konsolidasi dan memastikan laporan keuangan anak usaha selesai lebih dulu sebelum konsolidasi.

Manajemen juga menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada informasi material lain yang dapat memengaruhi kelangsungan usaha maupun pergerakan efek perseroan.

Artikel Terkait

Free Float DEWA 62,1%, CGS Mendadak Hilang

Emiten jasa pertambangan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) tercatat memiliki free float jumbo hingga 62,19% per Maret 2026.

5 Saham Masuk Cum Dividen Pekan Ini, Ada Yield Jumbo!

Lima Emiten akan memasuki masa Cum date pembagian dividen tunai hingga yield jumbo yang jatuh tempo mulai tanggal 14,15 dan 17 Aplril 2025.

Disaksikan Prabowo, SMBC (BTPN)–Pegadaian Resmi Kolaborasi

PT Bank SMBC Indonesia Tbk kembali memperkuat perannya dalam mendukung transformasi sektor keuangan nasional melalui kerja sama strategis dengan PT Pegadaian.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru