back to top

Asuransi Digital (YOII) Catat Kenaikan Laba Dua Digit di 2025

Emitentrust.com – PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) mencatatkan kinerja gemilang sepanjang tahun buku 2025 di tengah tekanan ekonomi. Emiten asuransi berbasis teknologi ini berhasil membukukan pertumbuhan laba dan pendapatan yang signifikan, ditopang ekspansi produk berbasis gaya hidup (lifestyle).

Hingga akhir Desember 2025, YOII mencatat laba bersih sebesar Rp20,14 miliar atau tumbuh 18,96% dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja ini ditopang lonjakan hasil jasa asuransi yang meroket 289,87% menjadi Rp458,72 miliar, serta pendapatan jasa asuransi yang naik 122,91% menjadi Rp730,70 miliar.

Direktur Utama YOII, Adi Wibowo Adisaputro, mengungkapkan bahwa capaian ini diraih meski tahun 2025 diwarnai berbagai tantangan ekonomi. Menurutnya, strategi inovasi produk dan penguatan bisnis menjadi kunci pertumbuhan perseroan.

“Di tengah tekanan ekonomi, kami tetap mampu mencatatkan kinerja positif. Ke depan, kami akan memperkuat strategi jangka panjang, termasuk memperkuat permodalan,” ujarnya dalam Paparan Publik, Rabu (15/4/2026).

Sebagai bagian dari strategi tersebut, perseroan memutuskan untuk tidak membagikan dividen dan akan mengalokasikan seluruh laba bersih sebagai tambahan modal guna mendukung ekspansi bisnis.

YOII juga menyiapkan sejumlah langkah strategis, antara lain memperluas produk asuransi berbasis gaya hidup, khususnya pada segmen perjalanan (travel), asuransi mikro, serta asuransi kendaraan. Ekspansi ini akan dilakukan melalui kanal digital maupun konvensional.

Dari sisi fundamental, total aset YOII meningkat 38,43% menjadi Rp347,25 miliar. Sementara itu, liabilitas naik 51,44% menjadi Rp136,22 miliar, dan ekuitas tumbuh 31,15% menjadi Rp211,03 miliar.

Pertumbuhan laba perseroan terutama didorong oleh kinerja kuat dari produk asuransi kecelakaan diri dan asuransi perjalanan, yang menjadi fokus utama dalam pengembangan portofolio ke depan.

Selain itu, dalam RUPS Tahunan, perseroan juga melaporkan penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp41,20 miliar, dengan biaya emisi Rp5,70 miliar. Seluruh dana tersebut telah direalisasikan untuk mendukung kegiatan pemasaran dan operasional perusahaan.

Manajemen menegaskan bahwa penggunaan dana dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

Artikel Terkait

BEI Kuliti Rights Issue Jumbo CBRE Rp1,9T

PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) akhirnya angkat bicara setelah mendapat permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia terkait rencana aksi korporasi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) atau rights issue.

Investor Domestik Dominan, Transaksi BEI Melonjak di Tengah Net Sell Asing

Emitentrust.com - Data perdagangan saham di PT Bursa Efek...

Strategi Investasi Direksi KEJU: Borong Saham Enam Kali dalam Sepekan

Emitentrust.com - Anggota Direksi PT Mulia Boga Raya Tbk...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru