back to top

Vina Nauli Jordania Lepas Habis 4,16% Saham SMKM

Emitsntrust.com – PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) menyampaikan bahwa PT Vina Nauli Jordania selaku pemegang saham telah melepas kepemilikannya pada 15 April 2026.

Berdasarkan laporan kepemilikan saham yang dilaporkan Rabu (15/4) bahwa Vina sebelumnya tercatat memiliki sebanyak 52,15 juta saham atau setara 4,16% hak suara di SMKM.

Namun, melalui transaksi penjualan langsung, seluruh saham tersebut telah dilepas sehingga kepemilikannya kini menjadi 0% sekaligus menuntaskan kepemilikan sebagai pengendali SMKM.

Transaksi divestasi ini dilakukan pada harga Rp37 per saham dengan total saham yang dijual mencapai 52.150.000 lembar.

Sebelumnya PT. Vina Nauli Jordania selaku pemegang saham dengan kategori termasuk lebih dari 5% PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) telah melakukan transaksi Penjualan sebanyak 10.500.000 lembar saham dengan hak suara multiple diharga Rp37 per saham pada tanggal 08 April 2026.

Sebelumnya lagi PT. Vina Nauli Jordania juga pernah melakukan transaksi Penjualan sebanyak 44.100.000 lembar saham diharga Rp37 per saham pada tanggal 28 Januari 2026.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa tujuan transaksi adalah divestasi melalui penjualan langsung.

Pada perdagangan hari ini Rabu (15/4) saham SMKM ditutup pada level Rp98.

sebagai informasi Pemegang saham pengendali dan mayoritas emiten kontraktor PT Sumber Mas Konstruksi (SMKM), PT Vina Nauli Jordania, telah melepas kepemilikannya kepada Lim Shrimp Org Pte. Ltd. (LSO).

Sehingga LSO menjadi pemegang saham pengendali, dan mayoritas baru perseroan.

PT Vina Nauli Jordania dan LSO pada 10 Oktober 2025.
Sesuai CSPA itu, LSO berencana mengakuisisi hingga 450 juta saham SMKM, setara 35,91 persen dari seluruh modal saham perseroan, melalui dua tahap penjualan.

Dengan pelaksanaan transaksi itu, maka tahap pertama transaksi sebagaimana diatur dalam CSPA telah diselesaikan.

Sementara itu, transaksi tahap kedua, mencakup 136.750.000 saham atau sekitar 10,91 persen dari modal saham perseroan, masih bersifat bersyarat.

Antara lain terhadap selesainya pelaksanaan penawaran tender wajib, dan pemenuhan persyaratan pendahuluan lainnya sebagaimana diatur dalam CSPA .

Penyelesaian tahap kedua transaksi tersebut diharap dapat dilakukan sebelum, 30 Juni 2026.

Artikel Terkait

Market Cap BEI Melonjak 7,18%, Tembus Rp13.189T Dalam Sepekan

Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam sepekan perdagangan periode 13—17 April 2026 mencatat Kapitalisasi pasar melonjak 7,18% menjadi Rp13.189 triliun dari sebelumnya Rp12.305 triliun.

BEI Layangkan Surat ke Emiten Grup Bakrie (DEWA)

Bursa Efek Indinesia (BEI) melayangkan surat ke Darma Henwa Tbk (DEWA) terkait kabar rencana penawaran umum perdana saham (IPO) anak usahanya PT Gayo Mineral Resources (GMR),

IHSG Bangkit di Akhir Pekan, Reli Sepekan Tembus 2% Lebih

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit pada penutupan perdagangan akhir pekan Jumat (17/4/2026), setelah sempat tertekan dalam dua hari sebelumnya. IHSG ditutup menguat 12,62 poin atau 0,17% ke level 7.634,00.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru