Emitentrust.com- Bursa Efek Indinesia (BEI) melayangkan surat ke Darma Henwa Tbk (DEWA) terkait kabar rencana penawaran umum perdana saham (IPO) anak usahanya PT Gayo Mineral Resources (GMR), yang sebelumnya ramai diberitakan.
Menanggapi permintaan klarifikasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Jumat (17/4) manajemen DEWA menegaskan bahwa rencana IPO tersebut belum merupakan keputusan final dan masih dalam tahap kajian internal.
Perseroan menjelaskan, saat ini GMR masih berada pada fase awal pengembangan, yakni: tahap eksplorasi emas dan tembaga di Aceh.
Pengembangan menuju tahap produksi komersial disebut sebagai bagian dari strategi jangka panjang, yang masih membutuhkan perencanaan matang, termasuk dari sisi pendanaan.
Dalam keterangannya, DEWA mengakui bahwa pengembangan GMR ke depan akan membutuhkan investasi yang tidak kecil.
Untuk itu, perseroan tengah mengkaji berbagai alternatif pendanaan eksternal, di antaranya: Penawaran umum perdana saham (IPO) dan skema pendanaan lainnya.
Namun demikian, manajemen menegaskan bahwa IPO bukan satu-satunya opsi dan belum diputuskan.
DEWA juga memastikan bahwa hingga saat ini belum ada langkah konkret menuju IPO dan belum ada target waktu pelaksanaan.
“ Seluruh rencana masih dalam tahap evaluasi internal dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi pasar dan kebutuhan investasi,” jelas manajemen dalam menjawab surat BEI.
Selain isu IPO, perseroan menyatakan tidak terdapat informasi atau kejadian material lain yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha maupun pergerakan harga saham.
Sebagai informaai GMR adalah perusahaan tambang emas, tembaga, dan mineral lain yang berlokasi di Aceh.
DEWA melalui anak usahanya PT Mahadaya Imajinasi Nusantara (MIN), resmi menjadi pemegang saham pengendali sebesar 99,75% di PT Gayo Mineral Resources (GMR).
Perubahan kepemilikan saham GMR telah memperoleh Surat Pemberitahuan dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Nomor AHU-AH.01.09-0359755 pada 27 November 2025. Persetujuan tersebut merujuk pada Akta Notaris Nomor 18 tanggal 21 November 2025 yang memuat peralihan saham GMR.


