back to top

Diam-diam! Victoria Investama (VICO) Angkut 3 Saham Delisting, Buat Apa?

Emitentrust.com – PT Victoria Investama Tbk (VICO) mengambil langkah strategis dengan memborong saham investasi dari entitas anaknya, PT Victoria Manajemen Investasi (VMI), guna memperkuat struktur permodalan di level anak usaha.

Berdasarkan keterbukaan informasi tertanggal 15 April 2026, VICO melakukan transaksi pembelian sejumlah saham portofolio milik VMI dengan total nilai nominal mencapai sekitar Rp4,35 miliar.

Rinciannya, VICO memborong saham di tiga emiten, yakni:

PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY) sebanyak 61.386.997 saham senilai Rp3,06 miliar
PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI) sebanyak 20.221.537 saham senilai Rp1,01 miliar
PT Polaris Investama Tbk (PLAS) sebanyak 4.441.731 saham senilai Rp272,08 juta.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi internal untuk memperkuat ekuitas VMI sebagai entitas anak.

Manajemen menegaskan bahwa transaksi tersebut tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan secara konsolidasi.

Sebagai informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan forced delisting (penghapusan pencatatan paksa) untuk saham PT Polaris Investama Tbk (PLAS), efektif per 10 November 2026. Keputusan ini diambil karena suspensi perdagangan saham PLAS telah berlangsung lebih dari 50 bulan, serta kondisi kelangsungan usaha yang terganggu.

Sedangkan PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY), Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan potensi delisting atau penghapusan perusahaan tercatat PT Armidian Karyatama Tbk. (ARMY) setelah sahamnya disuspensi selama 48 bulan atau selama 4 tahun per tanggal 24 November 2023.

BEI, menyebutkan penghapusan emiten berkode ARMY tersebut dapat dilakukan dengan mempertimbangkan Pengumuman Bursa No. Peng-SPT-00017/BEI.PP3/12-2019 tanggal 2 Desember 2019 perihal Pengumuman Penghentian Sementara Perdagangan Efek dan Peraturan Bursa Nomor I-I tentang Penghapusan Pencatatan (Delisting) dan Pencatatan Kembali (Relisting) Saham di Bursa.

Sementara Sedangkan PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI) berpotensi kuat didepak dari bursa (delisting) oleh BEI karena suspensi saham yang berkepanjangan (lebih dari 42 bulan per Oktober 2022).

Artikel Terkait

BTN Cetak Laba Konsolidasi Rp1,85T, per Mei 2026, Naik 54,37%

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kembali mencatatkan pertumbuhan kinerja konsolidasi yang positif hingga Mei 2026. Perseroan bersama entitas anak, Bank Syariah Nasional (BSN), berhasil membukukan laba bersih konsolidasi sebesar

HSG Ditutup Melesat 4,12%, Seluruh Sektor Kompak Menghijau

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin (15/6/2026) dengan lonjakan signifikan lebih dari 4 persen. IHSG naik 247,31 poin atau 4,12 persen ke level 6.254,97, ditopang penguatan di seluruh sektor.

Pakuwon Jati (PWON) Jadwalkan Dividen Tunai Rp626M, Cum 22 Juni

Pakuwon Jati Tbk (PWON) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 11 Juni 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru