Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bertahan di zona merah hingga penutupan sesi pertama perdagangan Selasa (21/4). Setelah dibuka melemah, IHSG turun 0,59% ke level 7.549,40, mencerminkan tekanan yang masih membayangi pasar saham domestik.
Pelemahan IHSG terutama dipicu oleh tekanan pada sejumlah sektor unggulan. Sektor energi menjadi pemberat utama dengan penurunan 0,87%, diikuti sektor infrastruktur yang terkoreksi 0,77% serta sektor kesehatan yang melemah tipis 0,04%.
Namun di tengah tekanan tersebut, beberapa sektor justru menunjukkan ketahanan. Sektor barang baku memimpin penguatan dengan kenaikan 2,58%, disusul sektor transportasi yang naik 1,97%. Sektor consumer non-primer turut menguat 1,53%, sementara sektor teknologi naik 0,90%.
Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga siang hari mencapai 24,29 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp9,81 triliun. Pergerakan pasar didominasi saham menguat sebanyak 356 emiten, sementara 298 saham melemah dan 160 saham stagnan.
Sejumlah saham mencatatkan penguatan signifikan, di antaranya MLPT yang melonjak Rp1.825 menjadi Rp26.475 per saham. SINI juga melesat Rp1.025 ke level Rp17.525, serta INDY yang naik Rp480 menjadi Rp3.920 per saham.
Sebaliknya, tekanan jual terlihat pada beberapa saham seperti POLU yang anjlok Rp3.125 ke Rp17.775. BREN turun Rp475 menjadi Rp6.125, dan DSSA terkoreksi Rp430 ke level Rp2.840 per saham.
Dari sisi frekuensi perdagangan, saham KOTA menjadi yang teraktif dengan 81.556 kali transaksi senilai Rp233 miliar. Disusul MDIA dengan 72.105 kali transaksi senilai Rp238 miliar, serta BBRI yang diperdagangkan 62.068 kali dengan nilai Rp872 miliar.
Pada indeks LQ45, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi top losers setelah merosot 13,15% ke Rp2.840 per saham. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun 7,20% ke Rp6.125, sementara PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melemah 4,94% ke Rp3.270 per saham.
Di sisi lain, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) memimpin penguatan dengan kenaikan 9,35% ke Rp2.340 per saham. Disusul PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang naik 3,98% ke Rp1.305, serta PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang menguat 3,77% ke Rp55 per saham.


