Emitentrust.com – PT Bank Permata Tbk (BNLI) hingga kuartal I-2026 mencatatkan laba bersih sebesar Rp920,10 miliar meningkat 16,6% dibandingkan Rp788,97 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dalam laporan keuangan kuartal I – 2026 yang diterbitkan Kamis (23/4) disebutkan bahwa kenaikan laba ini Pendapatan bunga dan syariah bersih tercatat sebesar Rp2,42 triliun, turun tipis 4,3% dari Rp2,53 triliun.
Sementara itu, total pendapatan operasional turun 0,6% menjadi Rp3,09 triliun dari Rp3,10 triliun.
Di sisi efisiensi, beban operasional berhasil ditekan 8,9% menjadi Rp1,90 triliun dari Rp2,08 triliun. Penurunan beban ini menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan laba sebelum pajak sebesar 16,6% menjadi Rp1,18 triliun dari Rp1,02 triliun.
Dari sisi intermediasi, kredit yang diberikan tercatat sebesar Rp177,34 triliun, turun 2,4% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp181,71 triliun. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) mengalami penurunan, tercermin dari simpanan nasabah yang cenderung melemah, terutama pada deposito.
Pada neraca, total aset Bank Permata tercatat Rp262,35 triliun per 31 Maret 2026, turun 2,2% dibandingkan Rp268,34 triliun pada akhir 2025. Total liabilitas juga turun 2,8% menjadi Rp216,27 triliun dari Rp222,49 triliun.
Di sisi permodalan, total ekuitas meningkat tipis 0,5% menjadi Rp46,08 triliun dari Rp45,85 triliun, didorong oleh akumulasi laba berjalan.


