back to top

Pengendali WINR Buang 29,5 Juta Saham di FCA, Ini Tujuannya

Emitentrust.com – Pemegang saham pengendali PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR) yaitu PT Pemenang Nusantara Internasional, tercatat melakukan aksi divestasi sebanyak 29.536.200 lembar saham pada 20 April 2026.

Dalam keterbukaan informasi, manajemen WINR menyampaikan bahwa Pemenang Nusantara melepas saham dalam beberapa harga, yakni sebanyak 3.155.800 lembar di harga Rp35 per saham, 2.527.800 lembar di harga Rp34 per saham, serta 23.852.600 lembar di harga Rp36 per saham atau senilai Rp1 miliar lebih

Manajemen menjelaskan bahwa transaksi ini dilakukan dengan tujuan divestasi atas kepemilikan saham secara langsung.

Pasca transaksi tersebut, porsi kepemilikan Pemenang Nusantara di WINR mengalami penurunan menjadi sekitar 3,319 miliar lembar saham atau setara 63,41%, dari sebelumnya 3,349 miliar lembar saham atau 63,97%. Artinya, terjadi penurunan kepemilikan sekitar 0,56%.

Pada perdagangan hari ini Jumat (24/4) saham WINR stagnan bersandar di FCA pada harga Rp37.

PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR) bergerak di bidang properti dan real estat. Perusahaan ini fokus sebagai pengembang (developer) dan operator real estat, termasuk pembangunan rumah hunian, serta bertindak sebagai induk perusahaan (holding) untuk pengembangan properti.

Artikel Terkait

RUPO WIKA Setujui Penundaan Bayar Bunga hingga 2027

Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) Obligasi Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2022 milik PT Wijaya Karya (Persero) Tbk resmi menyetujui penundaan pembayaran bunga obligasi Perseroan.

Aksi Beruntun! Investor Ini Guyur Jutaan Saham TRJA di Pasar

Aksi divestasi berlanjut di saham transportasi PT Transkon Jaya Tbk (TRJA). Damai Investama Sukses kembali melepas saham dalam jumlah lebih besar pada periode 21–23 April 2026.

Diakuisisi Grup Astra, Begini Strategi Baru Mega Manunggal (MMLP)

PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) menanggapi permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait perkembangan pasca aksi pengambilalihan oleh PT Saka Industrial Arjaya (SIA) dan pelaksanaan Mandatory Tender Offer (MTO).

Populer 7 Hari

Berita Terbaru