Emitentrust.com – PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP) emiten bidang industri peralatan rumah tangga dan alat kesehatan mencatatkan penurunan laba bersih pada kuartal I-2026. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp5,97 miliar, turun sekitar 18,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp7,33 miliar.
Di sisi top line, perseroan membukukan pendapatan usaha Rp70,99 miliar, meningkat 25,8% dari Rp56,43 miliar pada kuartal I-2025. Namun, peningkatan tersebut tidak sepenuhnya mampu menopang profitabilitas.
Beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp49,74 miliar, turun dari Rp60,11 miliar, sehingga laba kotor berada di kisaran Rp6,69 miliar. Meski demikian, tekanan dari beban operasional membuat perseroan mencatat rugi usaha Rp1,06 miliar, berbalik dari laba usaha Rp2,96 miliar pada periode sebelumnya.
Dari sisi bottom line, laba sebelum pajak tercatat Rp7,33 miliar atau naik sekitar 21,6% dibandingkan Rp6,03 miliar. Kenaikan ini ditopang oleh penghasilan lain-lain bersih yang mencapai Rp3,06 miliar.
Pada neraca, total aset perseroan tercatat sebesar Rp424,93 miliar per 31 Maret 2026, turun sekitar 4,5% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp444,91 miliar. Sementara itu, total liabilitas turun menjadi Rp77,17 miliar dari Rp91,19 miliar.
Di sisi ekuitas, perseroan mencatatkan total ekuitas sebesar Rp347,75 miliar, turun tipis dari Rp353,72 miliar pada akhir tahun lalu.Pada perdagangan hari ini Jumat (24/4) saham STAA turun 6,3 persen ke level Rp1.265.
Pada perdagangan hari ini Jumat (24/4) saham SCNP turun 2,3 persen ke level Rp170.


