back to top

MDIA Klarifikasi Suspensi, Sebut Kinerja ANTV Kian Kuat

Emitentrust.com – Emiten media, PT Intermedia Capital Tbk, buka suara terkait penghentian sementara (suspensi cooling down) perdagangan sahamnya oleh Bursa Efek Indonesia pada 23 April 2026. Klarifikasi ini disampaikan melalui Public Expose Insidentil yang digelar pada Selasa (28/4).

Manajemen menjelaskan, suspensi tersebut merupakan mekanisme pasar yang wajar guna menjaga perdagangan saham tetap teratur, wajar, dan efisien, menyusul lonjakan harga saham MDIA dalam waktu singkat.

Sepanjang April 2026, saham MDIA sempat menyentuh level Rp156 per saham sebelum ditutup di Rp144 pada 22 April 2026. Perseroan menilai kenaikan ini mencerminkan meningkatnya perhatian investor terhadap prospek bisnis perusahaan.

“Pergerakan harga saham dipengaruhi berbagai faktor, baik internal maupun eksternal, termasuk sentimen pasar dan kondisi makroekonomi,” jelas manajemen.

Perseroan juga menegaskan tidak ada informasi material yang belum diungkapkan ke publik yang dapat memengaruhi pergerakan saham. Seluruh kewajiban keterbukaan informasi telah dipenuhi sesuai regulasi pasar modal.

Direktur Utama ANTV, Ahmad R. Widarmana, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga transparansi dan tata kelola yang baik.

Ia juga mengimbau investor untuk mengandalkan informasi resmi dan menghindari spekulasi yang tidak berdasar dalam mengambil keputusan investasi.

Kinerja ANTV Menguat

Di tengah dinamika saham, kinerja operasional justru menunjukkan tren positif. Unit usaha utama Perseroan, ANTV, mencatat peningkatan signifikan dalam pangsa pemirsa.

Pada April 2026, TV Share ANTV mencapai 7,2%, naik dari rata-rata 4,9% pada kuartal IV 2025. Pertumbuhan ini ditopang strategi konten yang fokus pada segmen female-oriented audience, yang menjadi target utama pengiklan FMCG.

Secara geografis, ANTV menunjukkan dominasi di luar Pulau Jawa. Perseroan menempati peringkat kedua di pasar Non-Jawa dengan TV Share 10,5%.

Bahkan, ANTV menjadi market leader di wilayah Bali dan Nusa Tenggara dengan TV Share 15,9%, serta di Sumatera bagian selatan sebesar 11,0%. Selain itu, ANTV konsisten masuk dalam jajaran tiga besar di berbagai wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Manajemen optimistis, strategi konten yang tepat sasaran dan perluasan jangkauan pemirsa akan menjadi motor pertumbuhan berkelanjutan bagi Perseroan.

Artikel Terkait

Laba & Penjualan Emiten Haji Isam (JARR) Kompak Anjlok di Q1 2026

PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) emiten sawit milik Haji Isam mencatatkan laba bersih sebesar Rp41,33 miliar hingga 31 Maret 2026, turun sekitar 30,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp59,72 miliar.

Grup Djarum (BELI) Ungkap Rencana Dua Aksi Korporasi

Emiten e-commerce grup Djarum PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli.com bersiap melakukan aksi korporasi besar melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD)

Emiten TP Rachmat (DRMA) Cetak Penjualan Tembus Rp1,5T di Q1-2026

PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) emiten manufaktur otomoti mencatat kinerja positif pada kuartal I-2026 dengan membukukan laba bersih Rp144,85 miliar, naik sekitar 1,5%

Populer 7 Hari

Berita Terbaru