back to top

Rugi OASA Susut 32%, Tapi Defisit Bengkak Nyaris Rp100 Miliar

Emitentrust.com – PT Mahakarsa Biru Energi Tbk (OASA) masih membukukan rugi bersih sepanjang tahun 2025, namun nilai kerugiannya berhasil ditekan dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, akumulasi defisit Perseroan terus membengkak hingga mendekati Rp100 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025, MBEI mencatat rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp42,79 miliar. Angka tersebut membaik 31,9% dibandingkan rugi bersih tahun 2024 yang mencapai Rp62,80 miliar.

Secara konsolidasi, rugi tahun berjalan Perseroan tercatat sebesar Rp45,37 miliar, turun 28,6% dibandingkan rugi Rp63,51 miliar pada tahun sebelumnya.

Meski kerugian menyusut, saldo defisit Perseroan meningkat menjadi Rp98,53 miliar pada akhir 2025 dari Rp55,75 miliar pada akhir 2024. Dengan demikian, defisit MBEI bertambah sekitar 76,7% secara tahunan.

Dari sisi operasional, pendapatan usaha neto Perseroan mengalami penurunan signifikan. Pendapatan tercatat sebesar Rp32,58 miliar pada 2025, merosot 51,2% dibandingkan Rp66,78 miliar pada tahun sebelumnya.

Penurunan pendapatan tersebut turut menekan laba bruto yang turun 59,1% menjadi Rp5,41 miliar dari Rp13,24 miliar pada 2024.

Di tengah penurunan pendapatan, beban usaha justru meningkat 5,2% menjadi Rp49,08 miliar dibandingkan Rp46,67 miliar pada tahun sebelumnya. Kondisi tersebut membuat Perseroan masih mencatat rugi usaha yang cukup besar.

Meski demikian, rugi sebelum pajak berhasil ditekan menjadi Rp40,22 miliar dari Rp69,32 miliar pada 2024 atau membaik sekitar 42%.

Dari sisi neraca, total aset Perseroan turun 15,6% menjadi Rp621,57 miliar per akhir 2025 dibandingkan Rp736,41 miliar pada tahun sebelumnya. Sementara total liabilitas berhasil ditekan 52,3% menjadi Rp63,51 miliar dari Rp133,12 miliar.

Total ekuitas Perseroan juga menurun 7,5% menjadi Rp558,06 miliar dibandingkan Rp603,30 miliar pada akhir 2024.

Salah satu perkembangan positif terlihat pada posisi kas dan setara kas yang melonjak tajam. Saldo kas Perseroan mencapai Rp23,62 miliar pada akhir 2025, meningkat 448,3% dibandingkan Rp4,31 miliar pada akhir 2024.

Salah satu perkembangan positif terlihat pada posisi kas dan setara kas yang melonjak tajam. Saldo kas Perseroan mencapai Rp23,62 miliar pada akhir 2025, meningkat 448,3% dibandingkan Rp4,31 miliar pada akhir 2024.

Arus kas operasi juga tetap positif sebesar Rp73,05 miliar, meningkat 7,5% dibandingkan Rp67,98 miliar pada tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan aktivitas operasional Perseroan masih mampu menghasilkan arus kas meskipun perusahaan masih mencatatkan kerugian secara akuntansi.

Selain itu, rugi per saham dasar membaik menjadi Rp6,74 per saham dibandingkan rugi Rp9,89 per saham pada tahun 2024.

Artikel Terkait

Jadwal Terlewati, Rights Issue Jumbo CBRE Belum Ada Sinyal dari OJK, Kenapa?

Rencana rights issue jumbo PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) hingga pertengahan Juni 2026 masih menunggu pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK),

Market Cap Melejit 7,31%, IHSG Terbang 7,38% Dalam Sepekan

Kapitalisasi pasar (market capitalization) Bursa Efek Indonesia (BEI) melonjak 7,31% atau bertambah sekitar Rp717 triliun dalam sepekan menjadi Rp10.524 triliun pada perdagangan periode 8–12 Juni 2026.

Niramas (JELI) Gelar IPO, Pasang Harga Rp900 – 1.120 per Lembar

PT Niramas Utama Tbk (JELI), perusahaan pemilik merek dessert kelapa ternama INACO, resmi menggelar Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) dengan menawarkan sebanyak 350 juta saham baru kepada publik atau setara 25,93% dari modal

Populer 7 Hari

Berita Terbaru