Emitentrust.com – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) pada kuartal I-2026 mencatatkan laba bersih dari operasi berkelanjutan naik sekitar 14% menjadi Rp1,25 triliun, dibandingkan Rp1,10 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan Kamis disebutkan penjualan bersih turut juga tumbuh sekitar 2,8% menjadi Rp8,44 triliun, dari sebelumnya Rp8,21 triliun pada kuartal I-2025.
Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh peningkatan laba usaha yang naik sekitar 9% menjadi Rp1,57 triliun, didukung efisiensi beban serta stabilnya margin kotor.
Laba bruto perseroan tercatat sebesar Rp4,07 triliun, naik dari Rp3,97 triliun pada periode sebelumnya. Namun, beban pemasaran dan penjualan turun menjadi Rp1,64 triliun dari Rp1,87 triliun, yang turut menopang perbaikan profitabilitas.
Selain itu, perseroan juga mencatatkan laba dari operasi yang dihentikan sebesar Rp887,86 miliar, yang turut memperkuat total laba periode berjalan.
Secara keseluruhan, total laba bersih Unilever Indonesia tercatat sekitar Rp2,14 triliun, termasuk kontribusi dari operasi yang dihentikan, meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
Dari sisi neraca, total aset perseroan relatif stabil di kisaran Rp20,01 triliun, dengan ekuitas meningkat menjadi Rp6,56 triliun dari Rp4,48 triliun pada akhir 2025.
Sementara itu, kas dan setara kas tercatat sebesar Rp5,40 triliun, sedikit menurun dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya.


