Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ambruk pada akhir perdagangan Selasa (19/5/2026). IHSG anjlok 228,56 poin atau 3,46% ke level 6.370,67.
Tekanan jual terjadi hampir di seluruh sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dari sebelas indeks sektoral, hanya sektor kesehatan yang berhasil bertahan di zona hijau dengan kenaikan 0,55%.
Sebaliknya, sepuluh sektor lainnya kompak melemah dan menyeret IHSG makin dalam ke zona merah.
Sektor barang baku menjadi penekan terbesar setelah terkoreksi 7,30%. Disusul sektor energi yang anjlok 6,94% dan sektor transportasi yang melemah 6,58%.
Aktivitas perdagangan terpantau sangat ramai. Total volume transaksi mencapai 45,50 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp25,07 triliun.
Sebanyak 612 saham ditutup melemah, hanya 112 saham menguat dan 94 saham stagnan.
Di tengah tekanan pasar, sejumlah saham masih mampu mencatat penguatan signifikan. Saham SRAJ melesat Rp1.150 menjadi Rp13.850 per saham, BRAM naik Rp270 menjadi Rp4.800 per saham, dan KONI menguat Rp210 menjadi Rp3.100 per saham.
Sementara itu, saham-saham yang menjadi pemberat pasar di antaranya ITMG yang jatuh Rp1.725 menjadi Rp23.225 per saham, SINI turun Rp1.100 menjadi Rp10.125 per saham, serta SMMA melemah Rp1.000 menjadi Rp16.775 per saham.
Untuk saham teraktif, BUMI menjadi yang paling ramai diperdagangkan dengan frekuensi mencapai 157.346 kali senilai Rp1,7 triliun. Disusul BIPI sebanyak 100.786 kali transaksi senilai Rp468 miliar dan BNBR sebanyak 87.694 kali senilai Rp435 miliar.
Di jajaran saham LQ45, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menjadi top losers setelah anjlok 13,33%. Disusul PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang tumbang 11,85% dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang merosot 11,82%.
Sementara saham yang berhasil bertahan di zona hijau pada indeks LQ45 dipimpin PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang naik 2,12%, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menguat 1,18%, dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) naik 0,71%.


