Emitentrust.com – PT Singaraja Putra Tbk. (SINI), emiten milik Hapsoro, berencana menggelar Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue sebagai bagian dari strategi ekspansi bisnis di sektor pertambangan batu bara.
Berdasarkan prospektus ringkas tertanggal 22 Mei 2026, Perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 721,5 juta saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham. Saham baru tersebut memiliki hak yang sama dan sederajat dengan saham yang telah disetor penuh lainnya, termasuk hak suara dan hak dividen.
Dana hasil rights issue tersebut rencananya akan digunakan untuk mengambil alih 507.380.875 lembar saham PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) anak usaha milik PT Petrosea Tbk., yang setara dengan 99,995% modal ditempatkan dan disetor KMS.
Selain untuk akuisisi, sebagian dana juga akan dialokasikan untuk pembayaran lebih awal utang Perseroan kepada kreditur serta mendukung kebutuhan modal kerja.
Nilai rencana pengambilalihan KMS tercatat mencapai Rp1,73 triliun berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan per 31 Desember 2025. Nilai transaksi tersebut tergolong material karena melebihi 25% dari total aset Perseroan, sehingga SINI diwajibkan menggunakan jasa penilai independen guna menentukan nilai wajar objek transaksi serta kewajaran aksi korporasi tersebut.
Manajemen menyebut langkah akuisisi ini sejalan dengan strategi Perseroan untuk meningkatkan investasi dan memperluas lini usaha di sektor pertambangan batu bara. KMS sendiri memiliki pengendalian atas entitas anak yang bergerak di bidang tambang batu bara.
Melalui aksi korporasi ini, SINI berharap dapat memperkuat portofolio bisnis serta mendukung pertumbuhan usaha Perseroan ke depan sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.
Rencana rights issue dan pengambilalihan tersebut masih menunggu persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Mei 2026.


