Emitentrust.com – PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMAR) emiten Grup Sinarmas berencana melakukan pembelian kembali saham (buyback) sebagai bagian dari tindak lanjut aksi korporasi penggabungan usaha yang telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 22 Mei 2026.
Manajemen SMAR dalam keterbukaan informasi Senin (25/5) menyampaikan bahwa salah satu agenda RUPSLB adalah persetujuan penggabungan usaha antara PT Perusahaan Perkebunan Panigoran dengan dan ke dalam Perseroan.
Merujuk pada ketentuan Pasal 62 ayat 1 Undang-Undang Perseroan Terbatas, pemegang saham yang tidak menyetujui aksi penggabungan usaha berhak meminta Perseroan membeli kembali saham miliknya dengan harga yang wajar.
Dalam aksi buyback tersebut, SMAR menetapkan harga pembelian kembali sebesar Rp5.265 per saham. Harga tersebut mengacu pada rata-rata harga penutupan perdagangan harian saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia selama 90 hari terakhir sebelum pengumuman perubahan dan/atau tambahan informasi rancangan penggabungan usaha pada 20 Mei 2026.
Perseroan menegaskan pelaksanaan buyback tetap memperhatikan ketentuan Pasal 37 ayat 1 UU Perseroan Terbatas, termasuk batas maksimal nilai nominal saham yang dapat dibeli kembali yang tidak boleh melebihi 10% dari modal ditempatkan Perseroan.
Pemegang saham yang berhak mengikuti buyback adalah pihak yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan per 29 April 2026 pukul 16.00 WIB, telah memberikan suara tidak setuju dalam RUPSLB terkait penggabungan usaha, serta menyampaikan formulir pernyataan menjual saham.
Adapun periode pengajuan permohonan pembelian saham berlangsung pada 25 Mei hingga 3 Juni 2026 pukul 16.00 WIB melalui instruksi TEND pada sistem C-BEST dengan memilih menu Corporate Actions/CA Election dan opsi CASH agar saham berstatus “Blocked for CA”.
Sementara itu, pembayaran oleh Perseroan dan penyerahan saham dari pemegang saham yang memenuhi persyaratan dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni 2026.
Pada perdagangan hari ini Senin (25/5) saham SMAR naik 2,94 persen ke level Rp5.250.


