back to top

Astra (ASII) Bidik Kenaikan EPS Lewat Buyback Rp8T

Emitentrust.com – PT Astra International Tbk (ASII) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp8 triliun. Langkah korporasi ini dilakukan sebagai bagian dari strategi Perseroan untuk meningkatkan nilai jangka panjang bagi pemegang saham sekaligus mengoptimalkan alokasi modal perusahaan.

Manajemen Astra menjelaskan buyback akan dilakukan sesuai ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 29 Tahun 2023 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka.

Nilai buyback yang disiapkan mencapai maksimal Rp8 triliun, di luar biaya transaksi dan komisi perantara perdagangan efek. Jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 10% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan, serta tetap menjaga porsi saham publik (free float) minimal 15%.

ASII menegaskan seluruh dana untuk buyback berasal dari kas internal perusahaan dan bukan dari pinjaman maupun hasil penghimpunan dana publik.

Disebutkan program buyback merupakan salah satu instrumen pengelolaan modal yang dapat digunakan untuk mendukung imbal hasil pemegang saham tanpa mengurangi kemampuan perusahaan dalam membiayai ekspansi usaha maupun menjaga kesehatan keuangan.

“Perseroan terus meningkatkan kerangka alokasi modal yang disiplin. Buyback saham merupakan salah satu instrumen untuk mengoptimalkan alokasi modal dan mendukung imbal hasil pemegang saham, dengan tetap menjaga fleksibilitas pendanaan bagi peluang pertumbuhan,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi Rabu (10/6).

Berdasarkan proforma laporan keuangan per 31 Maret 2026, pelaksanaan buyback maksimal Rp8 triliun diperkirakan tidak memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan Astra. Total aset diproyeksikan turun dari Rp517,8 triliun menjadi Rp509,8 triliun, sementara total ekuitas berkurang dari Rp293,1 triliun menjadi Rp285,1 triliun.

Di sisi lain, laba bersih per saham (earnings per share/EPS) justru berpotensi meningkat dari Rp146 menjadi Rp149 per saham setelah pelaksanaan buyback.

Manajemen juga meyakini program tersebut tidak akan mengganggu operasional maupun pertumbuhan bisnis Perseroan karena Astra memiliki modal dan arus kas yang memadai untuk menjalankan kegiatan usaha sekaligus membiayai pembelian kembali saham.

Rencana buyback akan terlebih dahulu dimintakan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Juli 2026.

Apabila memperoleh persetujuan, program buyback akan dilaksanakan secara bertahap maupun sekaligus melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam periode 20 Juli 2026 hingga 16 Juli 2027.

Saham hasil buyback nantinya akan disimpan sebagai saham tresuri (treasury stock) dan dapat dialihkan kembali sesuai ketentuan yang berlaku

Artikel Terkait

Antam (ANTM) Guyur Dividen Rp5T, 70 Persen Laba 2025

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM ) atau Antam menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp5,046 triliun, setara dengan 70 persen dari laba bersih tahun buku 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

BRMS Buka Data Baru Pemegang Saham Jumbo per Mei 2026

PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) melaporkan peningkatan porsi saham publik (free float) pada akhir Mei 2026. Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek, free float BRMS naik menjadi 45,66% dari

ELSA Tetapkan Dividen Rp44,29 per saham, Ini Jadwalnya

PT Elnusa Tbk (ELSA) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp323,28 miliar atau Rp44,29 per saham kepada para pemegang saham untuk tahun buku 2025.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru