back to top

BUKK Tahan Laba Rp311M, Fokus Modal Kerja dan Investasi

Emitentrust.com – PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) memutuskan tidak membagikan dividen dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp310,99 miliar. Keputusan tersebut disetujui pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 18 Juni 2026.

Dalam agenda penggunaan laba bersih, pemegang saham menyetujui seluruh laba tahun buku 2025 sebesar Rp310,99 miliar dialokasikan untuk pengembangan usaha, investasi, dan modal kerja sebesar Rp294,95 miliar, serta penyisihan laba cadangan sebesar Rp16,04 miliar. Dengan keputusan tersebut, Perseroan tidak membagikan dividen tunai kepada pemegang saham.

RUPST dihadiri pemegang saham yang mewakili 2,56 miliar saham atau 96,91% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah. Selain menyetujui laporan tahunan dan laporan keuangan 2025, pemegang saham juga memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas kinerja tahun buku 2025.

Pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan pengurus untuk masa jabatan hingga RUPS Tahunan tahun 2031. Irsal Kamarudin kembali dipercaya sebagai Direktur Utama, sementara Suhaeli Kalla menjabat Komisaris Utama. Susunan Direksi diperkuat oleh Abdullah Afifuddin Suhaeli, Teguh Wicaksana Sari, Didin Saepudin, Ade Nurkholis, dan Budi Hartono.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), pemegang saham menyetujui penambahan kegiatan usaha Perseroan melalui perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar dan penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025. Perseroan juga memperoleh restu untuk melakukan perubahan ketentuan terkait saham dalam Anggaran Dasar.

Selain itu, pemegang saham menyetujui ratifikasi tindakan Perseroan terkait proses kredit yang telah dilakukan sebelumnya serta memberikan persetujuan kepada Perseroan untuk menjaminkan sebagian besar aset dan/atau menerbitkan corporate guarantee kepada bank maupun lembaga keuangan lainnya guna mendukung kebutuhan pendanaan dan pengembangan usaha.

Artikel Terkait

IHSG Ditutup Merah! MBMA dan BRPT Rontok Lebih 6%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan awal pekan di zona merah. Pada penutupan perdagangan Senin (22/6/2026), IHSG melemah 60,44 poin atau 0,98%

Bach Multi Global (BACH) Gelar IPO Harga Rp400-500 per Saham

PT Bach Multi Global Tbk (BACH) perusahaan yang bergerak di bidang penjualan dan penyewaan genset dan jasa konstruksi akan menawarkan sebanyak 615.000.000 saham biasa dengan harga nominal Rp50 per saham

PSKT Angkat Komut Baru, Jejaknya Dekat Patrick Walujo

Saham PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT) ditutup menguat pada perdagangan Jumat (19/6/2026), bertepatan dengan pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru