back to top

BEI Cabut Status Pemantauan Khusus Saham KING

Emitentrust.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan pencabutan status Efek Bersifat Ekuitas Dalam Pemantauan Khusus untuk saham PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING). Keputusan tersebut mulai berlaku efektif pada 23 Juni 2026.

Dalam pengumuman Bursa, saham KING dinyatakan keluar dari Pemantauan Khusus karena sudah tidak lagi memenuhi kriteria nomor 10, yakni dikenakan penghentian sementara (suspensi) perdagangan efek selama lebih dari satu hari bursa yang disebabkan oleh aktivitas perdagangan.

Seiring pencabutan status tersebut, papan pencatatan saham KING berubah dari sebelumnya berada pada kategori Pemantauan Khusus menjadi kembali tercatat di Papan Akselerasi.

BEI menjelaskan bahwa perubahan status ini merupakan hasil evaluasi atas kondisi dan kepatuhan emiten terhadap ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, saham KING tidak lagi masuk dalam daftar efek yang diawasi melalui mekanisme Pemantauan Khusus.

Perlu diketahui saham KING pada hari ini Senin (22/6) turun 4,31 persen ke level Rp400. Dalam enam bulan terbang 98 persen dari harga Rp202 pada awal Januari 2026.

Artikel Terkait

Laba NANO Melejit 492%, Pendapatan Tembus Rp218M di Semester I-2026

PT Nanotech Indonesia Global Tbk (NANO) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,54 miliar pada semester I 2026, melonjak 492,4% dibandingkan Rp428,88 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Merdeka Battery Materials (MBMA) Tawarkan Obligasi Rp2,33T, Bunga 9-10,5%, Ini Jadwalnya

PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) kembali menghimpun dana melalui pasar obligasi. Perseroan akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Merdeka Battery Materials Tahap V Tahun 2026 senilai Rp2,336 triliun.

MSCI Pertahankan Indonesia di Emerging Market, BEI Ungkap Respons soal Rebalancing

Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan akan terus berkomunikasi dengan MSCI dan investor global menyusul hasil tinjauan tahunan indeks MSCI 2026. Dalam hasil review tersebut, status Indonesia sebagai bagian dari kelompok emerging market tetap dipertahankan.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru