Emitentrust.com- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan sesi pertama Rabu (24/6/2026). Hingga penutupan sesi I, IHSG anjlok 99,13 poin atau 1,62% ke level 6.002,20, mendekati level psikologis 6.000.
IHSG bergerak variatif dari batas atas di level 6.171 hingga batas bawah pada level 5.993 setelah dibuka pada level 6.101 pagi ini.
Tekanan jual terjadi hampir merata di Bursa Efek Indonesia (BEI), tercermin dari dominasi saham yang berakhir di zona merah. Sebanyak 426 saham melemah, sementara hanya 201 saham menguat dan 178 saham bergerak stagnan.
Pelemahan IHSG dipicu oleh koreksi pada 10 dari 11 indeks sektoral. Hanya sektor teknologi yang mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan tipis 0,25%.
Sektor barang baku menjadi pemberat terbesar setelah terkoreksi 3,45%, disusul sektor energi yang turun 2,86% dan sektor infrastruktur yang melemah 2,23%. Tekanan pada saham-saham komoditas dan infrastruktur menjadi faktor utama yang menyeret pergerakan indeks sepanjang sesi pagi.
Aktivitas perdagangan hingga siang hari mencatat volume transaksi sebesar 12,23 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp6,73 triliun.
Pada kelompok saham yang menguat, PT Golden Flower Tbk (POLU) naik Rp400 menjadi Rp13.900 per saham. Kemudian PT Pradiksi Gunatama Tbk (PTPW) menguat Rp300 menjadi Rp1.510 per saham dan PT Bhakti Multi Artha Tbk (BHAT) melonjak Rp315 menjadi Rp1.635 per saham.
Sebaliknya, saham PT Akasha Wira International Tbk (ADES) turun Rp1.125 menjadi Rp33.375 per saham. Disusul PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) yang melemah Rp1.100 menjadi Rp20.000 per saham serta PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) yang terkoreksi Rp690 menjadi Rp4.760 per saham.
Dari sisi aktivitas perdagangan, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi saham teraktif dengan frekuensi transaksi mencapai 46.800 kali senilai Rp595 miliar. Selanjutnya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) diperdagangkan sebanyak 38.010 kali senilai Rp446 miliar dan PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) sebanyak 37.493 kali dengan nilai transaksi Rp71 miliar.
Pada indeks LQ45, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi top loser setelah melemah 5,39%. Disusul PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang turun 5,11% dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang terkoreksi 4,77%.
Sementara itu, saham-saham LQ45 yang masih mampu mencatatkan penguatan dipimpin PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) yang melesat 12,12%. Kemudian PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) naik 4,59% dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) menguat 2,65%.


