back to top

AKRA Lepas Habis Saham Treasuri Senilai Rp641,4M

Emitentrust.com – PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) telah menyelesaikan seluruh proses pengalihan kembali saham hasil pembelian kembali (buyback). Perseroan berhasil mengalihkan total 517,31 juta saham treasury dengan nilai dana yang diperoleh mencapai sekitar Rp641,43 miliar.

Dalam keterangannya Kamis (25/6) manajemen AKRA menyebut, sebanyak 181.005.000 saham treasury dialihkan kepada PT Arthakencana Rayatama melalui mekanisme pasar negosiasi di Bursa Efek Indonesia yang dilaksanakan secara bertahap pada 4, 5, dan 6 Mei 2026. Pengalihan tersebut dilakukan pada harga rata-rata Rp1.557 per saham sehingga menghasilkan dana sebesar Rp281,97 miliar.

Sebelumnya, Perseroan juga telah mengalihkan sebanyak 336.305.000 saham treasury melalui pelaksanaan Program Management and Employee Stock Ownership Plan (MESOP). Dari pengalihan tersebut, AKRA memperoleh dana sebesar Rp359,46 miliar.

Secara keseluruhan, total saham treasury yang telah dialihkan mencapai 517.310.000 lembar saham dengan total dana yang diterima sebesar Rp641.426.184.576. Perseroan juga menyatakan tidak mencatat kerugian dari seluruh proses pengalihan saham hasil buyback tersebut.

AKRA menjelaskan, sebanyak 156,5 juta saham sebelumnya telah dialokasikan untuk Program MESOP. Dari jumlah tersebut, 155,3 juta saham telah direalisasikan, sedangkan 1,2 juta saham tidak dieksekusi (non-exercise). Setelah pengalihan 181,01 juta saham kepada PT Arthakencana Rayatama, seluruh saham hasil buyback Perseroan telah habis dialihkan sehingga tidak ada lagi saham treasury yang tersisa.

Artikel Terkait

Laba NANO Melejit 492%, Pendapatan Tembus Rp218M di Semester I-2026

PT Nanotech Indonesia Global Tbk (NANO) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,54 miliar pada semester I 2026, melonjak 492,4% dibandingkan Rp428,88 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Merdeka Battery Materials (MBMA) Tawarkan Obligasi Rp2,33T, Bunga 9-10,5%, Ini Jadwalnya

PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) kembali menghimpun dana melalui pasar obligasi. Perseroan akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Merdeka Battery Materials Tahap V Tahun 2026 senilai Rp2,336 triliun.

MSCI Pertahankan Indonesia di Emerging Market, BEI Ungkap Respons soal Rebalancing

Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan akan terus berkomunikasi dengan MSCI dan investor global menyusul hasil tinjauan tahunan indeks MSCI 2026. Dalam hasil review tersebut, status Indonesia sebagai bagian dari kelompok emerging market tetap dipertahankan.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru