back to top

BAJA Beber Kinerja, Saham Melejit hingga Kena Suspensi

Emitentrust.com – PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) buka-bukaan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai kondisi keuangan, perkembangan bisnis, hingga lonjakan harga saham yang berujung pada penghentian sementara perdagangan.

Dalam surat Nomor 112/SCB/OJK/IDX/VIII/2026, manajemen BAJA pada Rabu (12/8/2026) mengungkapkan kinerja perseroan hingga 30 Juni 2026 mengalami perbaikan signifikan. BAJA berhasil membukukan laba bersih Rp21,3 miliar, berbalik dari rugi bersih Rp16,5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Perbaikan kinerja tersebut ditopang sejumlah strategi, mulai dari efisiensi operasional, pengendalian biaya, hingga optimalisasi produksi dan penjualan.

Menariknya, BAJA memastikan tidak terdapat kontrak atau sumber pendapatan baru yang signifikan setelah laporan keuangan terakhir yang belum diungkapkan kepada publik.

“Setelah periode laporan keuangan Perseroan terkini yang terakhir kali disampaikan ke Bursa, tidak terdapat perolehan kontrak atau sumber pendapatan baru yang signifikan oleh Perseroan atau transaksi lainnya yang bersifat material,” jelas manajemen.

Dari sisi bisnis, BAJA melihat perubahan kondisi pasar setelah implementasi standar SNI baru. Penerapan aturan tersebut menyebabkan volume produk impor di pasar untuk sementara menurun, hingga para importir mampu memenuhi persyaratan SNI terbaru.

BAJA menyebut produk impor selama ini menguasai sekitar 40%-50% pangsa pasar. Kondisi tersebut berpotensi membuka ruang bagi produsen dalam negeri untuk meningkatkan penetrasi pasar.

Untuk 2026, perseroan akan lebih fokus menggarap segmen proyek untuk produk galvalume. BAJA juga meluncurkan produk baru PPGL (Prepainted Galvalume) atau baja galvalume berlapis warna dengan spesifikasi yang lebih tinggi.

Produk tersebut diharapkan memperluas portofolio sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru bagi perseroan.

Di tengah perbaikan kinerja fundamental tersebut, harga saham BAJA justru mengalami lonjakan signifikan hingga akhirnya disuspensi BEI.

Manajemen mengaku tidak dapat memastikan satu faktor tertentu yang menjadi penyebab kenaikan harga saham. Menurut perseroan, pergerakan saham merupakan hasil interaksi permintaan dan penawaran yang dapat dipengaruhi kondisi fundamental maupun sentimen pasar.

“Perseroan tidak dapat memastikan adanya satu faktor tertentu yang secara langsung menjadi penyebab peningkatan harga saham Perseroan,” kata manajemen.

BAJA juga memastikan tidak terdapat informasi material lain yang belum disampaikan kepada publik yang secara khusus dapat menjelaskan lonjakan harga saham tersebut.

BEI sebelumnya menghentikan sementara perdagangan saham BAJA mulai Jumat, 7 Agustus 2026 setelah saham tersebut mengalami peningkatan harga kumulatif yang signifikan.

Sebelum suspensi, saham BAJA berada di level Rp362 per saham. Dalam sepekan, saham BAJA telah menguat 38,17%.

Dalam sebulan, saham BAJA bahkan melonjak 124,8%, dari sekitar Rp161 pada 7 Juli 2026. Sementara dalam enam bulan, saham ini telah terbang sekitar 160%, dari Rp139 pada 9 Februari 2026.

Suspensi dilakukan BEI sebagai langkah perlindungan investor menyusul lonjakan harga yang signifikan dalam waktu singkat.

Artikel Terkait

PBSA Minta Restu Stock Split 1:2, Ini Tujuannya

PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) menyiapkan aksi korporasi berupa pemecahan saham atau stock split dengan rasio 1:2. Dengan rasio tersebut, jumlah saham PBSA akan meningkat dari 3 miliar saham menjadi 6 miliar saham.

Grup Emtek (SAME) Tambah 18,04 Juta Saham JECX , Porsi Tembus 30,11%

PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) emiten grup Emtek kembali menambah kepemilikannya di PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) pada 11 Agustus 2026.

Andry Hakim Borong 22,7 Juta Saham CBRE Harga Rp700 per Lembar

PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) menyampaikan bahwa Andry Hakim telah melakukan pembelian tidak langsung sebanyak 22,76 juta saham CBRE pada 6 Agustus 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru