Emitentrust.com – PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) resmi membuka masa penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) mulai 1 Juli hingga 3 Juli 2026. Perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 522,90 juta saham baru atau setara 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dengan harga penawaran Rp120 per saham.
Melalui aksi korporasi tersebut, emiten yang bergerak di bidang manufaktur dan pengolahan alat kesehatan diagnostik ini berpotensi menghimpun dana segar hingga Rp62,74 miliar.
Dana hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk beberapa keperluan strategis. Sekitar Rp33,66 miliar dialokasikan untuk melunasi pokok fasilitas kredit kepada PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Bank Pan Indonesia Tbk (Panin Bank).
Selanjutnya, sekitar 28,92% dana IPO akan digunakan sebagai belanja modal (capital expenditure/capex) guna mendukung pengembangan usaha. Adapun sisa 8,51% akan dimanfaatkan sebagai modal kerja (working capital) untuk memperkuat operasional Perseroan.
Bersamaan dengan penawaran saham perdana, PRDL juga menyelenggarakan Program Alokasi Saham Pegawai (Employee Stock Allocation/ESA) sebanyak 36,60 juta saham atau setara 7% dari jumlah saham yang ditawarkan dalam IPO.
PT Sucor Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam aksi korporasi ini. Sesuai jadwal, saham PRDL direncanakan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Juli 2026.


