Emitentrust.com – PT Sentul City Tbk (BKSL) memutuskan tidak membagikan dividen kepada pemegang saham meski membukukan laba bersih sebesar Rp833 miliar pada tahun buku 2025. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 2 Juli 2026.
Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih sebesar Rp833 miliar dengan alokasi Rp5 miliar sebagai cadangan umum sesuai ketentuan Undang-Undang Perseroan Terbatas. Sementara sisa laba sebesar Rp828 miliar akan digunakan untuk mendukung pengembangan usaha serta memperkuat struktur permodalan perseroan, sehingga tidak ada dividen yang dibagikan kepada pemegang saham.
RUPS juga menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan serta Laporan Keuangan tahun buku 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang & Rekan. Bersamaan dengan itu, pemegang saham memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (acquit et de charge) kepada seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan selama tahun buku 2025.
Selain memutuskan penggunaan laba, RUPS melakukan perombakan menyeluruh jajaran pengurus perseroan. Basaria Panjaitan ditunjuk sebagai Presiden Komisaris, didampingi Reina Kumala Kwee sebagai Wakil Presiden Komisaris. Jajaran komisaris lainnya diisi Sumarsono, Yuswandi Arsyad Temenggung, Gatot Sudariyono, serta komisaris independen Wahyu Utomo, Lukita Dinarsyah Tuwo, dan Jonnardi.
Di jajaran Direksi, Hiramsyah Sambudhy Thaib dipercaya sebagai Presiden Direktur dengan Andrian Budi Utama sebagai Wakil Presiden Direktur. Anggota direksi lainnya terdiri atas Iwan Budiharsana, Daniel Otto Kumala, Stephanie Alim, Adi Syahruzad, Hartan Gunadi Harja, dan Jeyson Pribadi. RUPS juga mendelegasikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Akuntan Publik yang akan mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026 sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan.
Pada perdagangan hari ini Kamis (2/7) saham BKSL naik 3,51 persen di level Rp59.


