Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan pekan ini di zona hijau. Pada penutupan perdagangan Jumat (3/7/2026), IHSG menguat 131,22 poin atau 2,28% ke level 5.875,78, ditopang aksi beli yang merata di hampir seluruh saham berkapitalisasi besar.
Penguatan IHSG diikuti seluruh indeks sektoral yang kompak bergerak di zona hijau. Sektor perindustrian memimpin kenaikan dengan penguatan 3,61%, disusul sektor barang baku yang naik 3,24%, serta sektor infrastruktur yang menguat 2,24%. Optimisme investor terhadap saham-saham siklikal turut menopang penguatan indeks sepanjang perdagangan.
Aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia juga berlangsung cukup ramai. Total volume perdagangan mencapai 17,95 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp10,40 triliun. Sebanyak 494 saham ditutup menguat, 154 saham melemah, sementara 139 saham lainnya tidak mengalami perubahan.
Pada jajaran saham penggerak pasar, DCII melonjak Rp9.275 menjadi Rp189.775 per saham, UNTR naik Rp1.200 ke level Rp24.000, dan MLPT menguat Rp775 menjadi Rp18.275 per saham. Sebaliknya, saham ADES turun Rp1.100 menjadi Rp32.500, SMMA terkoreksi Rp325 menjadi sekitar Rp21.500, serta RDTX melemah Rp200 ke posisi Rp13.825 per saham.
Dari sisi frekuensi transaksi, saham BNBR menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan 54.906 kali transaksi senilai Rp220 miliar. Posisi berikutnya ditempati DSSA dengan 54.716 kali transaksi senilai Rp626 miliar, disusul BBCA sebanyak 38.215 kali transaksi dengan nilai mencapai Rp1,2 triliun.
Di indeks LQ45, penguatan terbesar dibukukan PT Indosat Tbk (ISAT) yang melesat 8,77%, diikuti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang naik 8,02%, serta PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) yang menguat 6,42%.
Sementara itu, saham yang mengalami pelemahan terdalam di kelompok LQ45 adalah PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang turun 1,00%, diikuti PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang melemah 0,96%, serta PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) yang terkoreksi 0,92%.


