back to top

Dua Emiten Baru Melantai Besok, Mana Lebih Menarik?

Emitentrust.com – Dua emiten baru, yakni PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) dan PT Niramas Utama Tbk (JELI), akan resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (7/7/2026). Keduanya menjadi emiten kedua dan ketiga yang melantai di BEI sepanjang 2026.

PT Nitrasanata Dharma Tbk, pengelola jaringan JEC Eye Hospitals & Clinics, menetapkan harga penawaran umum perdana (IPO) sebesar Rp1.250 per saham. Perseroan melepas 487,98 juta saham baru atau setara 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO, serta 162,88 juta saham divestasi milik Dr. dr. Waldensius Girsang, SpM(K) atau sekitar 2% dari modal pasca-IPO.

Dengan harga tersebut, JECX berpotensi menghimpun dana sekitar Rp609,97 miliar, yang terdiri dari Rp406,65 miliar hasil penerbitan saham baru dan Rp203,32 miliar dari penjualan saham divestasi.

PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Dana hasil IPO akan digunakan untuk pelunasan sebagian pinjaman kepada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp49 miliar, pembayaran sebagian pinjaman kepada PT Bank HSBC Indonesia sebesar Rp100 miliar, penyertaan modal dan pinjaman kepada sejumlah entitas anak senilai Rp185 miliar, serta sisanya untuk modal kerja hingga akhir 2027.

Dari sisi fundamental, JECX membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp73,76 miliar pada 2025, meningkat 13,46% dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan juga naik 4,40% menjadi Rp926,76 miliar, sementara laba per saham (EPS) meningkat menjadi Rp25,24 dari Rp22,22 pada 2024.

Sementara itu, PT Niramas Utama Tbk (JELI), produsen makanan dan minuman pemilik merek INACO, menawarkan 266 juta saham baru atau 21,01% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dengan harga Rp900 per saham.

JELI menghimpun dana sekitar Rp239,4 miliar dengan PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi.

Sekitar 51,04% dana IPO JELI akan digunakan sebagai penyertaan modal kepada anak usaha PT NPS, 18,36% untuk belanja modal berupa pembelian mesin produksi, serta 10,63% untuk membayar sebagian pinjaman jangka pendek kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Antusiasme investor terhadap JELI juga sangat tinggi. Pada masa penawaran umum, saham perseroan mengalami oversubscribe hingga 273,37 kali pada porsi pooling dengan partisipasi mencapai 606.892 Single Investor Identification (SID).

Pada tahun 2025, Niramas membukukan penjualan sebesar Rp753,05 miliar dengan laba bersih mencapai Rp39,03 miliar, melonjak lebih dari tiga kali lipat dibandingkan laba bersih tahun 2024 sebesar Rp11,63 miliar. Adapun pada tahun 2023, laba bersih Perseroan tercatat sebesar Rp1,68 miliar.

Peningkatan laba tersebut turut mendorong kenaikan rasio profitabilitas. Return on Equity (ROE) meningkat menjadi 26,82% pada 2025 dari 9,81% pada 2024, sementara Return on Assets (ROA) naik menjadi 7,07% dari sebelumnya 2,23%.

Artikel Terkait

Bank Mandiri (BMRI) Beberkan KUR Rp17,77 Triliun

Bank Mandiri terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong ekonomi kerakyatan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Bank bersandi saham BMRI ini semakin mengandalkan program KUR

J Trust Jual 878 Juta Saham BCIC, Raup Rp109,8M

J Trust Co., Ltd. melepas 878.377.481 saham PT Bank JTrust Indonesia Tbk. (BCIC) dengan nilai transaksi sekitar Rp109,80 miliar. Meski demikian, pemegang saham pengendali tersebut tetap

CBRE Siap Eksekusi Proyek Hidayah, Kapal Hai Long 106 Tiba!

PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) mengumumkan kapal Gunanusa Hai Long 106 telah tiba di Indonesia dan siap mendukung pelaksanaan Hidayah Field Phase 1 Development Project.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru