back to top

Garuda Maintenance (GMFI) Minta Restu Hapus Defisit USD512 Juta

Emitentrust.com – PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) menyiapkan langkah besar untuk memperbaiki struktur keuangannya melalui kuasi reorganisasi dengan menghapus seluruh saldo laba negatif (defisit) sebesar USD512,87 juta per 31 Januari 2026. Rencana tersebut akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 28 Juli 2026.

Dalam keterbukaan informasi, GMFI menjelaskan penghapusan defisit akan dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan sejumlah pos ekuitas. Perseroan terlebih dahulu menggunakan agio saham sebesar US$299,56 juta, kemudian selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali sebesar US$1,14 juta. Setelah dua pos tersebut digunakan, masih tersisa defisit sebesar US$212,16 juta.

Sisa defisit tersebut akan dieliminasi melalui pengurangan modal ditempatkan dan disetor dengan mekanisme penurunan nilai nominal saham tanpa mengurangi jumlah saham yang beredar. Nilai nominal saham Seri A akan diturunkan dari Rp100 menjadi Rp19 per saham, sedangkan saham Seri B dari Rp25 menjadi Rp19 per saham.

Dengan langkah tersebut, modal ditempatkan dan disetor penuh GMFI akan turun dari sekitar Rp5,24 triliun menjadi Rp2,37 triliun, sementara modal dasar berkurang dari Rp10 triliun menjadi Rp5,99 triliun. Meski demikian, jumlah saham yang beredar tetap 124,84 miliar saham, sehingga tidak terjadi dilusi terhadap kepemilikan pemegang saham.

Perseroan menegaskan kuasi reorganisasi tidak mengubah total aset, liabilitas maupun total ekuitas. Berdasarkan laporan keuangan proforma per 31 Januari 2026, aset tetap sebesar US$831,96 juta, liabilitas US$695,25 juta, dan total ekuitas US$136,71 juta. Perubahan hanya terjadi pada komposisi akun ekuitas, di mana akumulasi rugi menjadi nol setelah sebagian tambahan modal disetor dan modal saham digunakan untuk menutup defisit.

GMFI menyebut langkah ini bertujuan menciptakan struktur keuangan yang lebih sehat setelah perusahaan sempat terbebani kerugian besar akibat pandemi COVID-19. Perseroan mulai mencatat saldo laba negatif sejak 2018 dan mengalami kerugian signifikan pada 2020 sebesar US$328,76 juta serta pada 2021 sebesar US$127,35 juta. Namun sejak 2022, GMFI kembali membukukan laba, termasuk laba bersih US$33,95 juta sepanjang 2025 dan US$2,69 juta pada Januari 2026.

Manajemen menilai penghapusan saldo laba negatif akan meningkatkan fleksibilitas keuangan, memperkuat struktur permodalan, serta meningkatkan daya saing Perseroan di bisnis maintenance, repair and overhaul (MRO) pesawat udara. Rencana kuasi reorganisasi diperkirakan efektif pada 1 Oktober 2026 setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dan Menteri Hukum, dengan asumsi tidak terdapat keberatan dari kreditur.

Pada perdagangan hari ini Senin (6/7) GMFI stagnan ke level Rp52 per lembar.

Artikel Terkait

IHSG Ditutup Bangkit! Sembilan Sektor Hijau, BBRI dan AKRA Bersinar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan di zona hijau pada Senin (6/7/2026). IHSG menguat 40,29 poin atau 0,69% ke level 5.916,07, setelah sempat bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan.

Bank Mandiri (BMRI) Beberkan KUR Rp17,77 Triliun

Bank Mandiri terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong ekonomi kerakyatan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Bank bersandi saham BMRI ini semakin mengandalkan program KUR

J Trust Jual 878 Juta Saham BCIC, Raup Rp109,8M

J Trust Co., Ltd. melepas 878.377.481 saham PT Bank JTrust Indonesia Tbk. (BCIC) dengan nilai transaksi sekitar Rp109,80 miliar. Meski demikian, pemegang saham pengendali tersebut tetap

Populer 7 Hari

Berita Terbaru