back to top

Pengendali BMSR Lepas Habis 59,11% Saham Harga Diskon, Ada Apa?

Emitentrust.com – Chance Stand Finance Limited selaku pengendali melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT Bintang Mitra Semestaraya Tbk (BMSR) melalui transaksi yang dilakukan pada 9 Juli 2026.

Berdasarkan laporan kepemilikan BMSR yang disampaikan pada Jumat 10 Juli 2026 disebutkan bahwa , Chance Stand Finance Limited menjual sebanyak 685.199.832 saham BMSR dengan harga Rp282 per saham. Dengan demikian, total nilai transaksi penjualan saham tersebut mencapai sekitar Rp193,23 miliar.

Setelah transaksi tersebut, kepemilikan Chance Stand Finance Limited di BMSR turun menjadi nihil dari sebelumnya 685.199.832 saham atau setara 59,11% dari total saham yang beredar. Meski demikian, dalam laporan disebutkan bahwa pihak tersebut tetap mempertahankan status sebagai pengendali perseroan.

Manajemen menjelaskan tujuan transaksi adalah restrukturisasi kepemilikan saham dalam BMSR. Transaksi dilakukan melalui kepemilikan tidak langsung, sehingga perubahan kepemilikan tidak serta-merta mengubah struktur pengendalian akhir perseroan.

Pada perdagangan hari ini Jumat (10/7) saham BMSR naik 0,66 persen ke level Rp306 per lembar.

Sebagai informasi Chance Stand Finance Limited adalah investor asing yang berkedudukan di kawasan lepas pantai (offshore) British Virgin Island.

Artikel Terkait

IHSG Tutup Akhir Pekan Hijau, PGEO & ADRO Terbang di LQ45

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri perdagangan di zona hijau pada Jumat (7/10/2026). IHSG naik 11,91 poin atau 0,20% ke level 5.924,36, didorong penguatan

TBS Energi (TOBA) Beber Struktur Saham, Warga Singapura Pemilik Manfaat Akhir

PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) melaporkan porsi saham free float perseroan tetap berada di level 29,04% hingga akhir Juni 2026. Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE), jumlah saham free float

Grup Sinarmas (GEMS) Ungkap Progres Eksplorasi Terbaru

PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS) melaporkan aktivitas eksplorasi untuk periode Juli 2026 dengan total biaya mencapai sekitar Rp2,98 miliar, yang difokuskan pada dua wilayah tambang milik anak usaha Perseroan.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru