EmitenTrust.com – PT Maha Properti Indonesia Tbk ( MPRO) menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) yang efektif pada 28 September 2018. Perseroan mencatat realisasi penggunaan dana mencapai Rp152,34 miliar atau sekitar 97,4% dari total dana bersih hasil IPO sebesar Rp156,35 miliar.
Direktur sekaligus Corporate Secretary PT Maha Properti Indonesia Tbk, Iwan Kurniawan dalam laporannya Selasa (14/7) mengungkapkan bahwa, dana yang berhasil dihimpun dari IPO mencapai Rp164,18 miliar. Setelah dikurangi biaya emisi sebesar Rp7,83 miliar, perseroan memperoleh dana bersih senilai Rp156,35 miliar.
Hingga pelaporan terbaru, MPRO masih memiliki sisa dana IPO sebesar Rp4,01 miliar yang ditempatkan dalam bentuk kas dengan tingkat bunga 0%.
Dalam prospektus, perseroan merencanakan penggunaan dana IPO sebesar 80% untuk pengembangan Proyek Simprug Signature, 15% untuk Proyek Apartemen Apsara Tower 1, dan 5% untuk modal kerja operasional.
Namun, realisasi penggunaan dana menunjukkan komposisi yang berbeda. Dana terbesar justru dialokasikan untuk modal kerja operasional sebesar Rp75,97 miliar atau sekitar 49% dari total dana bersih. Sementara itu, penggunaan dana untuk Proyek Apartemen Apsara Tower 1 mencapai Rp53,39 miliar atau sekitar 34%, sedangkan Proyek Simprug Signature terealisasi sebesar Rp22,99 miliar atau sekitar 15%.
Adapun biaya emisi IPO mencapai Rp7,83 miliar yang terdiri atas biaya penjaminan emisi (underwriting), management fee, selling fee, jasa profesi dan lembaga penunjang pasar modal, jasa konsultasi keuangan, serta biaya lain yang berkaitan langsung dengan proses penawaran umum.


