Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren positif hingga penutupan perdagangan sesi pertama, Selasa (14/7/2026). IHSG menguat 36,773 poin atau 0,61% ke level 6.074,615, ditopang penguatan mayoritas sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sepanjang sesi pertama, hampir seluruh indeks sektoral bergerak di zona hijau. Sektor kesehatan menjadi motor utama penguatan dengan kenaikan 2,21%, disusul sektor barang konsumen non-primer yang naik 1,99%, sektor energi menguat 1,85%, serta sektor infrastruktur yang bertambah 1,81%.
Penguatan juga terjadi pada sektor properti dan real estat yang naik 1,23%, sektor barang baku menguat 1,05%, serta sektor teknologi yang naik 0,91%. Sementara itu, sektor transportasi dan logistik bertambah 0,32% dan sektor barang konsumen primer naik 0,30%.
Di sisi lain, hanya dua sektor yang berada di zona merah. Sektor keuangan menjadi yang paling tertekan setelah melemah 0,38%, diikuti sektor perindustrian yang turun tipis 0,16%.
Aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai. Volume transaksi mencapai 21,84 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp10,22 triliun. Sebanyak 421 saham ditutup menguat, 182 saham melemah, dan 187 saham tidak mengalami perubahan.
Pada jajaran saham dengan kenaikan harga terbesar, POLU melonjak Rp1.325 menjadi Rp13.325 per lembar. Disusul SRAJ yang naik Rp975 menjadi Rp11.975 per saham dan ARKO yang menguat Rp270 menjadi Rp4.840 per lembar.
Sementara itu, saham-saham yang mengalami koreksi harga di antaranya ADES yang turun Rp825 menjadi Rp34.500 per lembar, SMMA melemah Rp525 menjadi Rp20.900, serta STTP yang terkoreksi Rp500 menjadi Rp9.800 per saham.
Dari sisi aktivitas perdagangan, saham JELI menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan frekuensi mencapai 177.226 kali senilai Rp209 miliar. Posisi berikutnya ditempati RANS dengan 143.532 kali transaksi senilai Rp212 miliar, disusul PRDL sebanyak 105.437 kali transaksi dengan nilai Rp79 miliar.
Di kelompok saham LQ45, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) memimpin daftar top gainers setelah melonjak 8,38%. Selanjutnya PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menguat 5,20% dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) naik 4,64%.
Sebaliknya, daftar top losers LQ45 dipimpin oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang melemah 1,96%, diikuti PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) yang turun 1,91%, serta PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang terkoreksi 1,46%.


