back to top

Rugi Waskita Beton Precast (WSBP) Bengkak Jadi Rp285,59M di Semester I-2026

Emitentrust.com – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) membukukan pendapatan usaha sebesar Rp808,07 miliar pada semester I 2026, meningkat 10,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp732,65 miliar. Meski demikian, perseroan masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp285,59 miliar, atau naik 20,6 persen dibandingkan rugi bersih semester I 2025 yang mencapai Rp236,88 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, kenaikan pendapatan belum mampu mengimbangi meningkatnya beban pokok pendapatan dan beban keuangan yang masih membebani kinerja perseroan.

Beban pokok pendapatan tercatat naik menjadi Rp718 miliar dari Rp601,15 miliar pada semester I 2025. Akibatnya, laba kotor turun menjadi Rp90,07 miliar, dibandingkan Rp131,50 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi operasional, total beban usaha berhasil ditekan menjadi Rp220,22 miliar dari sebelumnya Rp225,58 miliar. Namun, efisiensi tersebut belum cukup menahan tekanan dari beban keuangan yang meningkat menjadi Rp155,45 miliar, naik dari Rp142,81 miliar pada semester I 2025.

Alhasil, WSBP membukukan rugi sebelum pajak sekaligus rugi bersih sebesar Rp285,59 miliar hingga akhir Juni 2026.

Dari sisi neraca, total aset perseroan tercatat sebesar Rp2,92 triliun, turun dari Rp3,06 triliun pada akhir 2025. Sementara total liabilitas meningkat menjadi Rp5,16 triliun dari Rp5,02 triliun pada akhir tahun lalu.

Perseroan juga masih mencatat defisiensi ekuitas sebesar Rp2,24 triliun, lebih besar dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 yang mencapai Rp1,97 triliun. Saldo defisit laba belum ditentukan penggunaannya bertambah menjadi Rp10,27 triliun.

Pada sisi likuiditas, kas dan setara kas turun menjadi Rp37,71 miliar per 30 Juni 2026 dari Rp61,56 miliar pada akhir 2025.

Sementara itu, arus kas dari aktivitas operasi menunjukkan perbaikan. Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi tercatat Rp24,36 miliar, jauh lebih rendah dibandingkan arus kas keluar sebesar Rp158,52 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini didukung oleh kas yang dihasilkan dari operasi yang berbalik positif menjadi Rp24,42 miliar, dibandingkan posisi negatif Rp87,47 miliar pada semester I 2025.

Artikel Terkait

IHSG Lanjut Hijau di Sesi I, PGAS dan PGEO Malah Loyo

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren positif hingga penutupan perdagangan sesi pertama, Selasa (14/7/2026).

RLCO Sisakan Dana IPO Rp42M Parkir di Dua Bank

PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) telah merealisasikan penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) sisa dana, rekening giro pada dua bank.

PTPP Kantongi Restu untuk Waiver Financial Covenant dari Pemegang Sukuk

PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) memperoleh persetujuan penuh dari pemegang Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I PTPP Tahap II Tahun 2022 Seri B atas usulan waiver atau pengesampingan ketentuan financial covenant untuk tahun buku 2025 dan 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru