back to top

Danantara Pilih 8 Mitra PSEL Tahap II, Ada TPIA, Bakrie Grup, OASA Masuk Pemenang

Emitentrust.com – Danantara bersama Kementerian Investasi/Danantara Indonesia (DIM) resmi menerbitkan Conditional Letter of Award (CLoA) kepada delapan konsorsium terpilih untuk pengembangan Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste-to-Energy (WtE) Tahap II pada 13 Juli 2026.

Program tersebut mencakup pengembangan fasilitas WtE di delapan wilayah yang meliputi 20 kabupaten/kota di Indonesia. Dari total 68 aplikasi yang masuk dalam proses seleksi, delapan konsorsium akhirnya ditetapkan sebagai mitra pengembang.

Komposisi konsorsium terpilih terdiri atas empat konsorsium yang dipimpin perusahaan Indonesia, dua konsorsium asal Prancis, dan dua konsorsium asal China.

Berikut daftar mitra terpilih pada masing-masing lokasi:

Medan Raya: Konsorsium SUEZ Insan Asia (Prancis–Indonesia) dengan kapasitas pengolahan 1.700 ton sampah per hari.

Kabupaten Bekasi: Konsorsium Everbright Cemerlang Energy, yang terdiri dari China Everbright, Harmoni, dan Bioregen.

Lampung Raya: Konsorsium Bumi Biru Indonesia yang melibatkan SUS Indoplas dan emiten PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA).

Serang Raya: Konsorsium Masa Depan Energi Indonesia, yang beranggotakan Chandra Waste Energy (anak usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk/TPIA) bersama BGE, dengan kapasitas 1.161 ton per hari.

Semarang Raya: Veolia Environmental Services Asia dengan kapasitas 1.100 ton per hari.


Surabaya Raya: Konsorsium Mentari Citra Lestari, terdiri dari Bakrie Power, Acritas Karya Persada, dan SUS Indonesia Holding yang terafiliasi dengan PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI).

Bogor Raya 2: Konsorsium MPM-CEVIA (Mega Power CEVIA).

Yogyakarta Raya: Konsorsium Cakra Energi Lestari, yang melibatkan Pertamina Power Indonesia, Tianjin TEDA, dan CITICC.

Penerbitan CLoA menjadi langkah awal sebelum proses pengembangan proyek memasuki tahap negosiasi lanjutan, penyusunan dokumen kerja sama, hingga konstruksi fasilitas WtE.

Program PSEL Tahap II diharapkan mampu mempercepat penyelesaian persoalan pengelolaan sampah di berbagai daerah sekaligus meningkatkan pemanfaatan sampah sebagai sumber energi terbarukan melalui teknologi waste-to-energy. Selain mendorong investasi, proyek ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat infrastruktur pengelolaan sampah dan transisi energi berkelanjutan di Indonesia.

Artikel Terkait

MUTU Habiskan Dana IPO Rp97,26M Mayoritas untuk Operasional

PT Mutuagung Lestari Tbk. (MUTU) melaporkan telah merealisasikan seluruh penggunaan dana bersih hasil penawaran umum perdana saham (IPO) senilai Rp97,26 miliar, s

MDKA Pastikan Obligasi Rp1,47T Jatuh Tempo Siap Dibayar pada 4 Agustus

PT Merdeka Copper Gold Tbk. (IDX: MDKA) memastikan telah menyiapkan dana untuk melunasi pokok sekaligus membayar bunga ke-12 Obligasi Berkelanjutan IV Merdeka Copper Gold Tahap III Tahun 2023

Bank BJB (BJBR) Habiskan Dana Obligasi Rp928M, Mayoritas Masuk Pembiayaan Sosial

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) melaporkan telah merealisasikan 100% penggunaan dana hasil Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Bank BJB Tahap II Tahun 2026 senilai bersih

Populer 7 Hari

Berita Terbaru