Emitentrust.com – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) melaporkan telah merealisasikan 100% penggunaan dana hasil Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Bank BJB Tahap II Tahun 2026 senilai bersih Rp928,61 miliar.
Laporan tersebut disampaikan melalui surat bernomor 638A/DIR-TRE/2026 yang sekaligus mengoreksi laporan sebelumnya tertanggal 6 Juli 2026.
Dalam laporan yang disampaikan pada Selasa (14/7), Bank BJB menjelaskan dana hasil penerbitan obligasi yang efektif pada 15 April 2026 berhasil menghimpun dana sebesar Rp932,415 miliar. Setelah dikurangi biaya emisi sebesar Rp3,80 miliar, perseroan memperoleh hasil bersih Rp928,61 miliar.
Seluruh dana tersebut telah digunakan sesuai rencana dalam prospektus sehingga tidak terdapat sisa dana.
Berdasarkan laporan penggunaan dana, sebanyak 56% atau sekitar Rp520,93 miliar disalurkan untuk Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS).
Sementara 44% atau sekitar Rp407,68 miliar digunakan untuk Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL).
Komposisi tersebut sesuai dengan rencana penggunaan dana yang telah disampaikan kepada investor saat penerbitan obligasi.
Total biaya penerbitan obligasi tercatat mencapai Rp3,80 miliar.
Komponen terbesar berasal dari:
Underwriting fee sebesar Rp2,33 miliar;
Biaya lembaga penunjang pasar modal sebesar Rp612,04 juta;
Biaya profesi penunjang pasar modal sebesar Rp548,25 juta; serta
Biaya lain-lain sebesar Rp313,13 juta.
Dengan telah direalisasikannya seluruh dana obligasi, Bank BJB memastikan penggunaan dana telah sesuai dengan rencana yang tercantum dalam prospektus penerbitan Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026.


