Emitentrust.com- PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) berencana melakukan penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) melalui mekanisme konversi utang menjadi saham sebagai bagian dari upaya restrukturisasi dan perbaikan posisi keuangan Perseroan.
Dalam keterbukaan informasi, UNSP akan menerbitkan sebanyak 14.505.112.734 saham Seri B dengan nilai nominal Rp100 per saham. Jumlah tersebut setara dengan 580,17% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan pada saat pengumuman Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Manajemen UNSP dalam keterangannya, Selasa (28/7), menyampaikan bahwa saham baru tersebut akan digunakan untuk mengonversi utang Perseroan senilai Rp4,35 triliun menjadi ekuitas. Harga pelaksanaan konversi ditetapkan sebesar Rp210 per saham, dengan ketentuan minimal 90% dari rata-rata harga penutupan saham selama 25 hari bursa berturut-turut sebelum permohonan pencatatan.
Konversi utang akan dilakukan kepada sejumlah kreditur dan pemegang surat utang, antara lain Poseidon Corporate Services Limited, Pacific Harbors Advisors Pte. Ltd., para pemegang surat utang (notes holders), PT Biofuel Indo Sumatra, serta PT Danatama Makmur Sekuritas.
Porsi terbesar berasal dari kewajiban kepada Poseidon Corporate Services Limited yang akan menerima lebih dari 9,46 miliar saham baru melalui konversi dua fasilitas pinjaman. Selain itu, sejumlah pemegang surat utang lama juga akan memperoleh saham baru sebagai bagian dari penyelesaian kewajiban Perseroan.
Aksi korporasi ini diperkirakan menimbulkan dilusi kepemilikan pemegang saham lama hingga sekitar 85,30% bagi investor yang tidak berpartisipasi dalam perubahan struktur permodalan tersebut.
Meski demikian, manajemen menilai langkah ini penting untuk memperbaiki kondisi keuangan Perseroan yang masih dibayangi tingginya beban utang. Berdasarkan laporan keuangan audit per 31 Desember 2025, liabilitas UNSP tercatat mencapai Rp8,76 triliun atau sekitar 251% dari total aset sebesar Rp3,49 triliun. Perseroan juga membukukan modal kerja bersih negatif sebesar Rp7,48 triliun.
Melalui konversi utang tersebut, kewajiban Perseroan diperkirakan turun hampir 49%, dari sekitar Rp8,75 triliun menjadi Rp4,41 triliun. Sementara itu, defisiensi modal yang sebelumnya mencapai Rp5,27 triliun diproyeksikan menyusut sekitar 82% menjadi Rp920 miliar.
Perseroan menilai perbaikan struktur permodalan akan menciptakan rasio utang terhadap ekuitas yang lebih sehat, menurunkan beban keuangan, memperkuat arus kas operasional, serta membuka peluang memperoleh pendanaan baru untuk mendukung kegiatan usaha dan ekspansi di masa mendatang.
UNSP merupakan emiten yang bergerak di sektor perkebunan dan industri pengolahan kelapa sawit serta karet, dengan lini usaha meliputi perkebunan kelapa sawit, perkebunan karet, produksi crude palm oil (CPO), industri crumb rubber, hingga perdagangan besar buah yang mengandung minyak.
Perseroan menegaskan bahwa aksi PMTHMETD ini tidak mengubah struktur pengendalian perusahaan, di mana pengendali tetap PT Bakrie Capital Indonesia.
Rencana PMTHMETD tersebut akan terlebih dahulu dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) sebelum dapat direalisasikan. Berdasarkan jadwal yang telah disampaikan, pelaksanaan konversi utang dan penerbitan saham baru diperkirakan berlangsung pada 4 Agustus 2026.
Pada perdagangan hari ini Selasa (28/7) saham UNSP di FCA berada pada level Rp206.


