Emitentrust.com – PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp1,44 triliun pada Semester I 2026, naik tipis 1,02% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,42 triliun. Di sisi lain, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) meningkat 6,6% YoY menjadi Rp4,68 triliun dari Rp4,39 triliun.
Kenaikan pendapatan bunga bersih didorong oleh penurunan beban bunga sebesar 12,2% YoY menjadi Rp3,02 triliun, meski pendapatan bunga turun tipis menjadi Rp7,70 triliun dari Rp7,83 triliun pada Semester I 2025.
Meski demikian, laba operasional Bank Panin turun tipis menjadi Rp1,81 triliun dibandingkan Rp1,82 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan tersebut dipengaruhi meningkatnya beban operasional selain bunga yang mencapai Rp2,86 triliun serta masih tingginya beban penurunan nilai aset keuangan (impairment) sebesar Rp666,9 miliar, meski telah turun dari Rp897,4 miliar pada tahun sebelumnya.
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit secara konsolidasi tercatat sebesar Rp139,64 triliun per Juni 2026, turun sekitar 3,8% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp145,08 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) juga mengalami penurunan, terutama pada deposito yang turun menjadi Rp83,88 triliun dari Rp94,14 triliun pada akhir tahun lalu.
Di tengah perlambatan kredit, kualitas aset masih berada dalam level yang relatif terjaga meski menunjukkan tekanan. Rasio NPL gross meningkat menjadi 3,22% dari 2,81% pada Juni 2025, sementara NPL net naik menjadi 1,26% dari 0,71%.
Di sisi lain, rasio profitabilitas menunjukkan perbaikan pada margin bunga bersih. Net Interest Margin (NIM) meningkat menjadi 4,55% dari 4,23% setahun sebelumnya. Rasio efisiensi BOPO juga membaik menjadi 78,59% dibandingkan 79,84% pada Juni 2025.
Likuiditas Bank Panin tetap memadai dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) secara individual turun menjadi 89,27% dari 92,92%, mencerminkan ruang likuiditas yang lebih longgar.
Permodalan bank juga tetap sangat kuat. Rasio Capital Adequacy Ratio (CAR/KPMM) konsolidasian mencapai 35,93%, jauh di atas ketentuan minimum regulator sebesar 9,69% sesuai profil risiko. Sementara rasio Common Equity Tier 1 (CET1) tercatat 34,95%, mencerminkan kemampuan permodalan yang solid untuk menopang ekspansi bisnis.
Total aset konsolidasian Bank Panin per Juni 2026 tercatat sebesar Rp229,29 triliun, turun sekitar 3,4% dibandingkan posisi akhir Desember 2025 sebesar Rp237,33 triliun. Total ekuitas mencapai Rp53,33 triliun.
Sementara itu, arus kas dari aktivitas operasi kembali positif sebesar Rp2,86 triliun, berbalik dari posisi negatif Rp8,65 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Perbaikan tersebut terutama ditopang oleh penurunan kredit dan transaksi reverse repo yang meningkatkan likuiditas operasional bank.


