Emitentrust.com – Perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat mendorong kebutuhan akan literasi dan keterampilan digital masyarakat. Teknologi AI kini telah masuk ke berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, pekerjaan hingga kewirausahaan, namun pemanfaatannya secara produktif, etis, dan bertanggung jawab masih belum merata.
Melihat kondisi tersebut, Student Committee Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (SC MM FEB UI) menggelar kegiatan “Artificial Intelligence for Indonesia” dengan tema “Membangun Talenta Digital Indonesia melalui Pemanfaatan Artificial Intelligence yang Bertanggung Jawab.”
Program tersebut dirancang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai AI sekaligus mendorong penggunaan teknologi secara bijaksana. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan pembelajaran aplikatif melalui seminar interaktif, demonstrasi berbagai aplikasi AI, praktik langsung atau hands-on workshop, studi kasus, diskusi, hingga pendampingan implementasi.
Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pengetahuan mengenai penggunaan AI untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, produktivitas kerja, kreativitas, inovasi, hingga pengembangan usaha. Materi juga mencakup aspek etika, keamanan data, serta penggunaan AI yang bertanggung jawab.
Kegiatan yang berlangsung di Resto Chez Takiro, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, tersebut secara khusus menyasar guru, pelajar, dan mahasiswa. Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses terhadap pengetahuan dan keterampilan AI sehingga manfaat transformasi digital dapat dirasakan secara lebih merata.
Ketua SC MM FEB UI, Azanda Fahzel Alfarisy, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar memperkenalkan teknologi AI, tetapi juga berupaya membangun budaya pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab.
“Artificial Intelligence bukanlah pengganti manusia, melainkan alat yang dapat memperkuat kreativitas, produktivitas, dan inovasi apabila dimanfaatkan secara tepat. Melalui kegiatan ini kami ingin mendorong lahirnya generasi muda dan pendidik yang mampu memanfaatkan AI sebagai solusi untuk menjawab tantangan masa depan,” ujar Azanda.
Sementara itu, Pembina SC MM FEB UI Rofikoh Rokhim mengatakan pelatihan AI tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat daya saing Indonesia.
Menurutnya, program tersebut juga diharapkan dapat berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan mendukung visi Indonesia Emas 2045.
“Melalui Artificial Intelligence for Indonesia, kita semua berharap semakin banyak masyarakat yang mampu memanfaatkan teknologi AI secara produktif, kreatif, dan bertanggung jawab sehingga dapat menciptakan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi pendidikan, dunia kerja, kewirausahaan, dan pembangunan ekonomi nasional,” kata Rofikoh.
Program Artificial Intelligence for Indonesia menjadi salah satu upaya mendorong terbentuknya ekosistem pembelajaran digital yang inklusif. Dengan membekali generasi muda dan tenaga pendidik dengan kemampuan menggunakan AI secara tepat, teknologi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian.


