back to top

Pengendali Baru IATA Ganti Nama dan Logo Usaha

Emitentrust.com – PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA) resmi meluncurkan logo baru sebagai bagian dari transformasi identitas korporasi setelah berganti nama dari PT MNC Energy Investments Tbk. Perubahan identitas tersebut menjadi tonggak baru bagi Perseroan di bawah pengendali baru, Karya Pacific Group, untuk memperkuat posisi sebagai perusahaan energi yang adaptif, berdaya saing, dan berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan.

Presiden Direktur IATA, Suryo Eko Hadianto, mengatakan perubahan logo merupakan tindak lanjut atas perubahan nama Perseroan yang telah disetujui pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 22 Juni 2026. Menurutnya, identitas visual baru mencerminkan visi dan arah strategis Perseroan dalam menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Transformasi identitas ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan Perseroan menuju fase pertumbuhan berikutnya. Dengan dukungan pengendali baru, Perseroan optimistis dapat memperkuat kapabilitas usaha melalui integrasi dalam ekosistem Karya Pacific Group sehingga meningkatkan efisiensi dan efektivitas usaha,” ujar Suryo.

Perseroan menegaskan perubahan identitas visual tidak memengaruhi kegiatan operasional maupun komitmen kepada pelanggan, mitra usaha, investor, kreditur, dan pemangku kepentingan lainnya. Logo baru akan diterapkan secara bertahap pada seluruh media komunikasi, dokumen resmi, platform digital, serta aset korporasi Perseroan.

Dari sisi operasional, IATA saat ini mengelola tiga Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang telah beroperasi, yakni PT Putra Muba Coal (PMC), PT Arthaco Prima Energy (APE), dan PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE). Ketiga konsesi tersebut memiliki total sumber daya batu bara sekitar 598,23 juta metrik ton (MT) dengan cadangan sebesar 287,83 juta MT.

Perseroan juga menyampaikan masih menunggu hasil evaluasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) atas pengajuan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Sambil menunggu persetujuan tersebut, kegiatan operasional tetap berjalan sesuai rencana kerja yang telah ditetapkan.

Di bawah ekosistem Karya Pacific Group, IATA memperoleh dukungan infrastruktur dan operasional yang terintegrasi, mulai dari coal loading port/jetty, hauling road, weigh bridge, jasa kontraktor pertambangan, hingga armada alat berat seperti dump truck, bulldozer, wheel loader, motor grader, serta berbagai peralatan pendukung lainnya. Manajemen meyakini sinergi tersebut akan meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat efisiensi operasional Perseroan dalam jangka panjang.

Artikel Terkait

Pengendali Baru IATA Eksekusi 3,08 Miliar Saham, Kepemilikan Tembus 60,35%

Karya Pacific Investama meningkatkan kepemilikannya di PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) hingga menembus 60,35%, setelah melakukan pembelian tidak langsung sebanyak lebih dari 3 miliar saham perseroan.

Ada Transaksi Jumbo di Saham Emiten Hapsoro (SINI), Kepemilikan Pengendali Bergeser

PT Singaraja Putra Tbk (SINI) emiten milik Hapsoro melaporkan kepemilikan saham setelah tiga transaksi yang dilakukan pada 11 Agustus 2026 melibatkan total 210 juta saham dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp1,06 triliun.

INPP Tebar Dividen Interim Rp50,3M, Cek Jadwal Cum Date dan Pembayarannya

PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) akan membagikan dividen tunai interim untuk tahun buku 2026 dengan total nilai mencapai Rp50,32 miliar.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru