Emitentrust.com- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan hingga akhir perdagangan Kamis (13/8/2026). IHSG ditutup melemah 72,08 poin atau 1,13% ke level 6.301,76.
Tekanan pasar semakin kuat karena seluruh indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) berakhir di zona merah. Pelemahan terdalam terjadi pada sektor barang baku yang anjlok 2,93%, diikuti sektor energi yang turun 2,32% dan sektor perindustrian yang melemah 2,30%.
Aktivitas perdagangan saham cukup ramai. Total volume transaksi mencapai 27,41 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp13,29 triliun. Sebanyak 175 saham menguat, sementara 452 saham melemah dan 164 saham stagnan.
Sejumlah saham masih mampu mencatatkan kenaikan. MPRO naik Rp500 menjadi Rp12.000 per saham, GGRM bertambah Rp450 menjadi Rp20.025, sedangkan AGAR menguat Rp255 menjadi Rp1.285 per saham.
Saham-saham yang tergolong top gainer antara lain; EKAD naik 60 point atau menguat 25,00% ke level 300. BABY menguat 24,77% atau naik 54 point ke level 272. AGAR menguat 24,75% atau bertambah 255 point ke level 1.285. YPAS menguat 24,67% atau naik 190 point ke level 960. PBSA yang naik 170 point atau menguat 22,97% ke level 910.
Saham-saham yang tergolong top losser antara lain; DART turun -32 point atau melemah -14,95% ke level 182. BIPP melemah -14,86% atau koreksi -11 point ke level 63. TRUK terkoreksi -115 point atau melemah -14,74% ke level 665. SHID turun -60 point atau melemah -9,75% ke level 555. STAR melemah -40 point atau turun -9,52% ke level 380.
Di sisi lain, DCII turun Rp1.200 menjadi Rp206.000 per saham. ARKO melemah Rp375 ke Rp5.125, sedangkan ITMG terkoreksi Rp325 menjadi Rp24.425 per saham.
Dari sisi frekuensi perdagangan, CUAN menjadi saham paling aktif dengan 124.612 kali transaksi senilai Rp1,3 triliun. Berikutnya BAIK diperdagangkan sebanyak 78.860 kali dengan nilai Rp125 miliar dan DSSA sebanyak 53.208 kali senilai Rp649 miliar.
Di jajaran saham LQ45, Merdeka Battery Materials (MBMA) menjadi top loser dengan penurunan 7,27%. Selanjutnya ESSA Industries Indonesia (ESSA) turun 7,04%, sementara Vale Indonesia (INCO) terkoreksi 5,21%.
Sebaliknya, XLSMART Telecom Sejahtera (EXCL) menjadi top gainer LQ45 dengan penguatan 2,73%. Kemudian Bank Negara Indonesia (BBNI) naik 0,84% dan Bank Tabungan Negara (BBTN) menguat 0,83%.


