Allo Bank (BBHI) Siapkan Buyback Saham Rp300M, Dimulai Besok!

Allo Bank (BBHI) Siapkan Buyback Saham Rp300M, Dimulai Besok!
Gedung kantor Pusat Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI).
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) menyiapkan dana maksimal Rp300 miliar untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan.

Corporate Secretary & PMO Division Head BBHI Stacey Aryadi Suryoputro pada Rabu (2/9/2026)  menyatakan dana tersebut akan bersumber dari saldo laba ditahan. 

Pelaksanaan buyback dijadwalkan berlangsung mulai 3 September hingga 2 Desember 2026 melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menggunakan jasa satu Anggota Bursa Efek.

Aksi tersebut dilakukan untuk memberikan fleksibilitas dalam menjaga stabilitas harga saham agar lebih mencerminkan kinerja dan fundamental perseroan. Buyback juga diharapkan dapat menjaga kepercayaan pemegang saham serta mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.

Saham yang diperoleh nantinya akan disimpan sebagai treasury stock untuk jangka waktu sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Allo Bank memperkirakan penggunaan dana Rp300 miliar tidak akan memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional maupun likuiditas. Perseroan menilai modal kerja dan arus kas yang tersedia masih mencukupi untuk menjalankan kegiatan usaha bersamaan dengan pelaksanaan buyback.

Namun, penggunaan dana tersebut tetap memberikan perubahan terhadap sejumlah indikator keuangan secara proforma.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, total aset BBHI sebelum buyback tercatat Rp15,57 triliun. Setelah memperhitungkan penggunaan dana Rp300 miliar, total aset secara proforma menjadi Rp15,27 triliun.

Sementara itu, laba sebelum pajak secara proforma turun dari Rp300,02 miliar menjadi Rp292,32 miliar. Laba bersih diperkirakan berubah dari Rp233,67 miliar menjadi Rp227,67 miliar.

Dari sisi laba per saham atau earning per share (EPS), BBHI memperkirakan penurunan dari Rp21,51 menjadi Rp21,33 per saham.

Adapun return on asset (ROA) diproyeksikan berubah dari 4,00% menjadi 3,98%, sedangkan return on equity (ROE) justru meningkat dari 6,31% menjadi 6,41%.

Proyeksi tersebut menggunakan asumsi bahwa dana Rp300 miliar sebelumnya ditempatkan pada Deposit Facility Bank Indonesia dengan tingkat suku bunga 5% per tahun.

Perseroan menilai perubahan pada indikator keuangan tersebut tidak signifikan sehingga program buyback tidak diperkirakan mengganggu pencapaian target laba-rugi.

Meski dampaknya dinilai tidak material, Allo Bank mengungkapkan adanya potensi penurunan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) apabila seluruh dana buyback digunakan.

Jika seluruh Rp300 miliar direalisasikan, aset dan ekuitas perseroan berpotensi berkurang dengan nilai yang sama. Kondisi tersebut diperkirakan menekan CAR sekitar 2,77%.

Dengan menggunakan posisi per 30 Juni 2026, CAR BBHI secara proforma diperkirakan turun dari 66,35% menjadi sekitar 63,58%.

Kendati demikian, manajemen menegaskan posisi permodalan, modal kerja, dan kas perseroan masih dinilai memadai untuk mendukung kegiatan operasional, pengembangan usaha, serta pelaksanaan buyback.

Dalam pelaksanaannya, BBHI akan membeli saham pada harga yang dianggap baik dan wajar oleh manajemen dengan tetap memperhatikan ketentuan pasar modal yang berlaku.

Perseroan berharap aksi korporasi tersebut dapat membantu menstabilkan harga saham di tengah volatilitas pasar sekaligus menjaga nilai bagi pemegang saham.

Pada perdagangan hari ini Rabu (2/9) saham BBHI naik 2,86 persen ke level Rp900. Dalam sebulan terakhir drop 2,17 persen. Dalam enam bulan anjlok 34,07 persen dari harga Rp1.350 pada 2 Maret 2026.