back to top

Anak Usaha Digugat PKPU, Ini Penjelasan dari Manajemen WIKA

EmTrust – Emiten konstruksi pelat merah, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), melaporkan adanya fakta material terkait permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang diajukan terhadap salah satu anak usahanya, PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (WIKON).

Berdasarkan surat resmi bernomor SE.01.00/A.CORSEC.00026/2026 yang dirilis pada 4 Februari 2026, manajemen WIKA mengonfirmasi bahwa gugatan tersebut didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Detail Gugatan, Pemohon dalam perkara ini adalah PT Pratama Widya Tbk (PTPW). Gugatan tersebut resmi terdaftar dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) dengan nomor perkara 32/Pdt.Sus-PKPU/2026/PN.Niaga.Jkt.Pst pada tanggal 4 Februari 2026.

Hingga saat ini, pihak WIKON menyatakan masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai jadwal persidangan dan relaas resmi dari pihak pengadilan.

Menanggapi langkah hukum tersebut, Sekretaris Perusahaan WIKA, Ngatemin, menegaskan bahwa permohonan PKPU terhadap anak usahanya tersebut tidak memberikan pengaruh besar terhadap stabilitas grup secara keseluruhan.

“Dapat kami sampaikan bahwa dengan adanya Permohonan PKPU tersebut, tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap kinerja keuangan maupun kegiatan operasional Perseroan,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi tersebut.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru