back to top

Peringkat Obligasi WIKA Turun, Bagaimana Nasib Restrukturisasinya?

EmTrust – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) resmi mengumumkan penurunan peringkat instrumen utangnya oleh lembaga pemeringkat Pefindo.

Dalam surat resminya, Sekretaris Perusahaan WIKA, Ngatemin, mengungkapkan bahwa peringkat Obligasi Berkelanjutan III Tahap I serta Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Tahap I Seri B dan C kini berada di posisi idD(sy) dari sebelumnya idCCC(sy).

Penurunan peringkat ini merupakan dampak langsung dari penundaan pembayaran kupon yang seharusnya jatuh tempo pada 3 Februari 2026. Pihak manajemen menyatakan bahwa langkah ini diambil sebagai tindak lanjut atas keterbukaan informasi yang telah disampaikan sebelumnya pada akhir Januari lalu.

Tekanan Likuiditas dan Penurunan Kontrak Kondisi keuangan emiten konstruksi pelat merah ini mulai tertekan sejak tahun 2025 akibat lesunya pasar industri konstruksi nasional. Hingga Desember 2025, WIKA tercatat hanya membukukan kontrak baru sebesar Rp17,5 Triliun, atau mengalami penurunan sebesar 15% dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

“Penurunan perolehan kontrak baru berdampak langsung pada penurunan penjualan serta penerimaan cash in Perseroan,” tulis manajemen dalam laporan tertulisnya. Selain itu, tingginya beban bunga akibat investasi jangka panjang yang didanai oleh pinjaman jangka pendek juga menjadi faktor penghambat likuiditas WIKA saat ini.

Upaya Restrukturisasi Belum Temui Titik Temu Meskipun perusahaan mengklaim telah melakukan langkah transformasi dan mencatatkan kinerja positif pada core business (EBITDA operasi), keterbatasan dana tunai yang tidak terikat (unrestricted cash) memaksa WIKA untuk menunda pembayaran pokok dan bunga.

WIKA sebelumnya telah mengajukan usulan skema restrukturisasi dalam rangkaian Rapat Umum Pemegang Obligasi dan Sukuk (RUPO/RUPSU) yang digelar secara maraton pada Desember 2025. Namun, para pemegang efek belum memberikan persetujuan terhadap usulan penundaan pembayaran dan penyesuaian jadwal jatuh tempo tersebut.

Sebagai langkah lanjutan, manajemen WIKA berencana untuk kembali menyampaikan termsheet restrukturisasi yang telah disesuaikan kepada para pemegang obligasi dan sukuk melalui pertemuan informal maupun formal guna mencapai kesepakatan dalam waktu dekat.

Artikel Terkait

CDIA Suntik USD90 Juta ke Perusahaan Pelayaran Milik Prajogo Pangestu

PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) melalui anak usahanya, PT Chandra Shipping International (CSI), akan menggelontorkan investasi senilai USD90 juta untuk mengambil 40% kepemilikan saham PT Armada Maritim Persada

TPIA Beri Opsi Konversi Saham pada Pinjaman ke Afiliasi

PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) mengumumkan transaksi afiliasi yang dilakukan oleh anak usahanya, PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA), berupa peningkatan fasilitas pinjaman kepada dua perusahaan afiliasi di Singapura dengan total plafon mencapai USD152,25 juta.

NCKL Bagikan Dividen Rp2,69T, Cum Dividen 8 Juli

PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) resmi menetapkan jadwal pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp42,64 per saham atau senilai total Rp2,685 triliun. Keputusan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)

Populer 7 Hari

Berita Terbaru