Askrindo Catat Dukungan 512 Proyek, dari Whoosh hingga Infrastruktur Nasional

Askrindo Catat Dukungan 512 Proyek, dari Whoosh hingga Infrastruktur Nasional
Bacakan Artikel

Emitentrust.com - PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo terus memperkuat perannya sebagai perusahaan strategis yang hadir dalam mendukung pembangunan nasional sekaligus pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

 
Peran tersebut dijalankan melalui berbagai solusi Asuransi Umum dan Suretyship untuk mendukung keberlangsungan proyek strategis dan aktivitas dunia usaha, serta melalui Asuransi Program Pemerintah, khususnya Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang menjadi bagian penting dari upaya memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.
 
Per Desember 2025, Askrindo telah memberikan dukungan terhadap 512 proyek strategis dan keamanan nasional dengan total nilai proyek sekitar Rp261,9 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 proyek merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan total nilai sekitar Rp143,2 triliun, sementara 496 proyek lainnya merupakan proyek pada sektor keamanan nasional dengan nilai sekitar Rp118,7 triliun. 
 
Direktur Keuangan Askrindo Leonardo Henry Gavaza mengatakan, peran Askrindo tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari kemampuan perusahaan memberikan manfaat bagi perekonomian secara lebih luas.
 
“Askrindo ingin terus hadir memberikan nilai bagi perekonomian Indonesia. Di satu sisi kami mendukung pembangunan melalui solusi asuransi dan penjaminan untuk berbagai proyek strategis, dan di sisi lain kami hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui Asuransi Program Pemerintah, khususnya KUR, untuk mendukung UMKM,” ujar Leonardo.
 
Dukungan Askrindo terhadap PSN antara lain mencakup Asuransi Aset KCIC atau kereta cepat Whoosh, Tol Ngawi-Kertosono-Kediri, Tol Japek Selatan, Aset Jasa Marga Bali Tol, Tol Serpong-Balaraja Seksi 1A, Aset Medan-Binjai Tol, pembangunan perumahan di IKN, Tol Serang-Panimbang, Jaringan Sumber Air Pemali-Juana, pembangunan rumah sakit, Tol Probolinggo-Banyuwangi, Tol Jogja-Solo, Tanjung Priok Port Tollways, Tol Cisumdawu, hingga Kawasan Industri Terpadu Batang. 
 
Keterlibatan dalam berbagai proyek strategis tersebut turut memperkuat posisi Askrindo sebagai perusahaan yang memiliki kapasitas dalam memberikan solusi asuransi dan penjaminan untuk kebutuhan proyek bernilai besar.
 
Kapasitas Commercial Line Askrindo mencapai Rp28,6 triliun, meningkat sekitar 42% dibandingkan posisi 2023 sebesar Rp20,1 triliun. Peningkatan fasilitas tersebut sejalan dengan meningkatnya kepercayaan mitra perbankan terhadap Askrindo. 
 
“Peningkatan kapasitas Commercial Line menunjukkan bahwa Askrindo terus memperkuat kemampuan untuk memberikan dukungan dengan nilai yang semakin besar. Namun, peningkatan kapasitas tersebut tetap kami imbangi dengan penguatan underwriting, manajemen risiko, dan tata kelola,” jelas Leonardo.
 
Rekam jejak Askrindo dalam memberikan dukungan terhadap berbagai aktivitas pembangunan dan dunia usaha juga telah terbangun dalam jangka panjang. Sepanjang 2016–2025, Askrindo telah memberikan penjaminan Kontra Bank Garansi (KBG) senilai Rp149,7 triliun, yang mencakup proyek pemerintah pusat dan daerah melalui APBN/APBD, BUMN, serta berbagai aktivitas ekonomi lainnya. 
 
Di tengah besarnya peluang bisnis, Askrindo tetap menempatkan prinsip kehati-hatian, penguatan underwriting, dan manajemen risiko sebagai bagian penting dalam setiap keputusan bisnis.
 
Leonardo menjelaskan, setiap risiko yang akan diterima melalui proses analisis dan underwriting dengan mempertimbangkan profil risiko serta kemampuan perusahaan dalam mengelola risiko tersebut.
 
“Kami tidak hanya melihat besarnya nilai proyek, tetapi juga memastikan bahwa setiap risiko yang diterima sesuai dengan kapasitas dan risk appetite perusahaan. Prinsip underwriting yang prudent dan pengelolaan risiko menjadi fondasi dalam menjaga keberlanjutan bisnis Askrindo,” tegasnya.
 
Penguatan proses underwriting menjadi salah satu fokus Askrindo sepanjang 2025, bersamaan dengan berbagai upaya perbaikan kualitas portofolio dan penguatan proses bisnis perusahaan.
 
Bagi Askrindo, kontribusi terhadap perekonomian nasional tidak hanya diwujudkan melalui dukungan terhadap proyek-proyek strategis berskala besar. Askrindo juga memiliki peran strategis dalam mendukung UMKM melalui Asuransi Program Pemerintah, khususnya KUR.
 
Peran tersebut sejalan dengan misi Askrindo dalam pemberdayaan UMKM guna menunjang pertumbuhan perekonomian Indonesia. Melalui program KUR, Askrindo hadir dalam ekosistem pembiayaan UMKM dengan memberikan perlindungan asuransi kredit yang mendukung akses pelaku usaha terhadap pembiayaan perbankan. Dengan demikian, manfaat keberadaan Askrindo tidak hanya dirasakan pada proyek-proyek berskala besar, tetapi juga oleh pelaku usaha di sektor UMKM.
 
“Bagi kami, UMKM merupakan bagian penting dari perekonomian nasional. Karena itu, keberadaan Askrindo tidak hanya terlihat dalam dukungan terhadap proyek-proyek strategis, tetapi juga hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui Asuransi Program Pemerintah, khususnya KUR, yang mendukung akses pembiayaan bagi pelaku UMKM,” kata Leonardo.
 
Dengan cakupan tersebut, Askrindo menjalankan peran strategis dari pembangunan nasional hingga sektor ekonomi masyarakat, dengan menghadirkan solusi asuransi dan penjaminan sekaligus mendukung penguatan UMKM melalui program pemerintah KUR.
 
Peran strategis tersebut juga ditopang oleh fundamental keuangan perusahaan yang kuat. Berdasarkan Laporan Keuangan 2025 audited, per Desember 2025 Askrindo mencatatkan aset sebesar Rp22,23 triliun, ekuitas Rp8,68 triliun, dan laba setelah pajak (EAT) sebesar Rp1,04 triliun. 
 
Fundamental tersebut menjadi modal penting bagi Askrindo untuk terus memperkuat kapasitas bisnis sekaligus menjalankan perannya dalam mendukung perekonomian nasional. Leonardo mengatakan, Askrindo akan terus memperkuat kapasitas perusahaan dengan tetap menjaga kualitas pengelolaan risiko dan tata kelola.
 
“Kami ingin Askrindo terus menjadi perusahaan yang memberikan nilai bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia. Baik melalui dukungan terhadap pembangunan, dunia usaha, maupun UMKM melalui Asuransi Program Pemerintah KUR. Seluruhnya kami jalankan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola, dan keberlanjutan perusahaan,” tutup Leonardo.
 
Dengan pengalaman, kapasitas bisnis yang terus diperkuat, fundamental keuangan yang solid, serta komitmen terhadap tata kelola dan manajemen risiko, Askrindo berkomitmen untuk terus memperkuat perannya sebagai perusahaan strategis yang hadir bagi pembangunan nasional, dunia usaha, dan UMKM di seluruh Indonesia.