Emitentrust.com- PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) emiten prperti milik taipan The Ning King mencatat lonjakan kinerja impresif sepanjang 2025. Emiten properti ini membukukan laba bersih Rp318,52 miliar, melonjak sekitar 389% secara tahunan (YoY) dibandingkan Rp65,14 miliar pada 2024.
Kenaikan laba ini terjadi di tengah penurunan pendapatan, menandakan efisiensi dan perbaikan struktur biaya yang signifikan.
Sepanjang 2025, pendapatan ASRI tercatat sebesar Rp2,93 triliun, turun sekitar 14,55% YoY dari Rp3,43 triliun. Meski demikian, penurunan beban pokok yang lebih dalam—yakni turun menjadi Rp1,38 triliun dari Rp1,66 triliun—membuat margin tetap terjaga.
Laba bruto tercatat Rp1,56 triliun, turun dari Rp1,78 triliun pada tahun sebelumnya. Namun, kinerja bottom line terdongkrak oleh penurunan beban keuangan yang signifikan.
Beban bunga dan keuangan lainnya turun tajam menjadi Rp665,20 miliar, dibandingkan Rp815,98 miliar pada 2024. Selain itu, perusahaan juga tidak lagi mencatat beban lindung nilai seperti tahun sebelumnya yang mencapai Rp153,87 miliar.
Dari sisi operasional, beban penjualan turun menjadi Rp131,34 miliar, sementara beban umum dan administrasi relatif stabil di kisaran Rp370,38 miliar.
Alhasil, laba sebelum pajak melonjak drastis menjadi Rp336,43 miliar, dari hanya Rp79,80 miliar pada tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca, total aset perusahaan meningkat menjadi Rp23,16 triliun, naik sekitar 5,17% YoY. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan aset lancar, khususnya kas dan setara kas yang hampir dua kali lipat menjadi Rp1,18 triliun dari Rp656,95 miliar.
Sementara itu, liabilitas meningkat menjadi Rp11,50 triliun, namun masih diimbangi oleh ekuitas yang naik menjadi Rp11,65 triliun.
Dari arus kas, perusahaan mencatat kas bersih dari operasi sebesar Rp1,32 triliun, naik dari Rp1,17 triliun. Ini menunjukkan fundamental operasional yang tetap solid meski pendapatan mengalami koreksi.


