back to top

Penjualan 2025 Drop, Laba ESIP Malah Melejit 62%! Ada Apa?

Emitentrust.com – PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP) produsen plastik kemasan dan bahan baku plastik mencatatkan kinerja yang cukup impresif sepanjang tahun buku 2025. Meski penjualan mengalami penurunan, perseroan justru berhasil membukukan lonjakan laba bersih yang signifikan.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, penjualan ESIP tercatat sebesar Rp57,96 miliar, turun dari Rp61,15 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, efisiensi operasional menjadi kunci di balik perbaikan profitabilitas.

Beban pokok penjualan berhasil ditekan menjadi Rp52,53 miliar dari sebelumnya Rp56,63 miliar. Hal ini mendorong laba bruto naik menjadi Rp5,43 miliar dibandingkan Rp4,51 miliar pada 2024.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada peningkatan laba sebelum pajak yang naik menjadi Rp1,45 miliar dari Rp1,07 miliar.

Pada akhirnya, laba tahun berjalan ESIP melonjak tajam menjadi Rp1,43 miliar, atau naik sekitar 62% dibandingkan Rp879,55 juta pada tahun sebelumnya.

Neraca Lebih Sehat

Dari sisi neraca, perseroan juga menunjukkan perbaikan struktur keuangan. Total liabilitas turun signifikan menjadi Rp2,97 miliar dari Rp4,36 miliar pada 2024.

Sementara itu, total aset relatif stabil di level Rp101,07 miliar, sedikit turun dari Rp101,58 miliar.

Artikel Terkait

IHSG Tutup Akhir Pekan Bergairah! KLBF dan TLKM Pimpin LQ45

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (17/7/2026), di zona hijau. IHSG menguat 67,32 poin atau 1,10% ke level 6.175,53, didorong penguatan mayoritas sektor serta aksi beli pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.

MSCI Ubah Aturan Saham Extreme Price Increase, Berlaku Mulai Review Agustus 2026

Penyedia indeks global MSCI Inc. mengumumkan perubahan metodologi penyaringan saham yang mengalami Extreme Price Increase (EPI).

KREN Kantongi Restu Buyback Saham Rp50M

PT Quantum Clovera Investama Tbk. (KREN) memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp50 miliar.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru