back to top

Asuransi Maximus (ASMI) Berbalik Boncos! Rugi Rp124,2M pada Semester I-2026

Emitentrust.com – PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk (ASMI) membukukan rugi bersih sebesar Rp124,25 miliar pada semester I-2026. Hasil tersebut berbalik dari laba bersih Rp793,30 juta yang dicatatkan pada periode yang sama tahun lalu. Pelemahan kinerja terutama dipicu oleh kerugian investasi yang melonjak tajam sehingga menekan profitabilitas perusahaan.

Berdasarkan laporan keuangan hingga 30 Juni 2026, perseroan mencatat rugi sebelum pajak sebesar Rp124,44 miliar, berbalik dari laba sebelum pajak sebesar Rp793,30 juta pada semester I-2025.

Pendapatan jasa asuransi tercatat sebesar Rp634,64 miliar, turun 6,70% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan Rp680,22 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, beban jasa asuransi juga berhasil ditekan 14,34% menjadi Rp133,76 miliar dari sebelumnya Rp156,16 miliar.

Hasil jasa asuransi bersih (net insurance service result) turun tajam 44,42% menjadi Rp19,81 miliar, dibandingkan Rp35,64 miliar pada semester I-2025.

Tekanan terbesar berasal dari hasil investasi. Perseroan membukukan kerugian investasi bersih sebesar Rp118,93 miliar, berbalik dari keuntungan investasi sebesar Rp4,58 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini menyebabkan hasil bersih asuransi dan investasi berubah menjadi rugi Rp106,13 miliar, dari sebelumnya masih mencatat laba Rp23,72 miliar.

Di sisi operasional, beban usaha meningkat 18,39% menjadi Rp20,89 miliar, dibandingkan Rp17,64 miliar pada semester I-2025. Akibatnya, perusahaan membukukan rugi usaha sebesar Rp127,02 miliar, berbalik dari laba usaha Rp6,08 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi neraca, total aset perseroan per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp1,04 triliun, turun 24,31% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp1,37 triliun.

Penurunan aset terutama dipengaruhi oleh menyusutnya aset kontrak reasuransi menjadi Rp372,16 miliar, turun 36,20% dari Rp583,36 miliar pada akhir tahun lalu. Nilai investasi pada aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL) juga turun 54,71% menjadi Rp103,08 miliar dari Rp227,61 miliar.

Di sisi lain, kas dan bank meningkat signifikan menjadi Rp99,23 miliar, melonjak 175,16% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp36,06 miliar.

Total liabilitas berhasil ditekan menjadi Rp780,26 miliar, turun 21,07% dibandingkan akhir 2025 sebesar Rp988,51 miliar. Namun, total ekuitas juga menyusut 32,65% menjadi Rp258,97 miliar dari Rp384,51 miliar, seiring rugi bersih yang dibukukan selama semester pertama tahun ini.

Perseroan juga mencatat rugi komprehensif sebesar Rp125,54 miliar, jauh lebih besar dibandingkan rugi komprehensif Rp3,37 miliar pada semester I-2025. Sementara itu, rugi per saham dasar tercatat Rp13,87, berbalik dari laba per saham Rp0,09 pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Artikel Terkait

AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%

PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP) berencana menggelar Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) V atau rights issue dengan nilai maksimal Rp175 miliar.

BEI Beberkan Pipeline Terbaru!

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat aktivitas penghimpunan dana di pasar modal tetap bergulir hingga akhir Juli 2026. Sepanjang periode tersebut, sebanyak tujuh perusahaan telah melaksanakan penawaran umum

Market Cap BEI Naik 0,48 Persen Jadi Rp10.923T Dalam Sepekan

Kapitalisasi pasar (market capitalization/market cap) Bursa Efek Indonesia (BEI) meningkat 0,48% sepanjang perdagangan periode 27–31 Juli 2026, menjadi Rp10.923 triliun dari Rp10.870 triliun pada pekan sebelumnya. Kenaikan tersebut sejalan

Populer 7 Hari

Berita Terbaru